Lompat ke isi

Jacky Liew

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 24 Agustus 2026 08.41 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28430299; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Jacky Liew (廖城兰) merupakan seorang penulis dan kritikus makanan di Malaysia yang terkenal. Nama pena dia adalah "Tuan Makanan (食公子)".

Kehidupan

Jacky Liew dilahirkan di Malaysia dan rumah leluhurnya adalah Guangdong, Cina. Ia pernah menderita disleksia dan hiperaktif. Dia bekerja keras di usia muda dan biasa menjual tenaganya untuk mencari nafkah. Apabila menulis, dia dan istrinya Christin Lee Cui Chi menyelesaikan naskah dengan ia "membaca" dan istrinya "mencatat". Di masa mudanya, ia juga tertarik dengan berbagai penelitian dan ramalan. Ia juga menulis cerita pendek, novel seni bela diri, dongeng aneh dan prosa. Ia belajar feng shui, adat istiadat, puisi Cina dan budaya lainnya. Ia adalah kolektor teko pertama di negara itu yang memahami seni teh dan pemulih patung Buddha Tibet, oleh karena itu, dia memiliki gelar "bakat".

Berkah

  • Pada tahun 2002, Jacky Liew adalah dosen kepada Perguruan tinggi Pertanian, konsultan perguruan tinggi dan penerbit perguruan tinggi.
  • Pada tahun 2006, Jacky Liew adalah Koordinator Bisnis Nasional Nanyang Siang Pau. Ia juga terlibat dalam produksi kecap dan saus umami dengan logo dan tanda tangannya "kritikus makanan Malaysia", dan menjadi konsultan kepada grup restoran, hotel berbintang, produksi dan pemasaran pabrik makanan, dll.
  • Pada tahun 2007, Jacky Liew berkecimpung dalam politik dan mewawancarai 119 orang VIP termasuk raja, duta besar, menteri, politikus Malaysia dan asing.
  • Pada tahun 2008, Jacky Liew dianugerahi Medali Kecermelangan Kepada Jasa Kemasyarakayan (P.M.C) dari Yang Di-Pertuan Agong-10 dan dipercaya oleh Yamtuan untuk menulis dan merekam kehidupan diraja. Jacky Liew menerima Lencana "World Food Gourmet" di depan Yang di-Pertuan Besar ke-11 Negeri Sembilan.
  • Pada tahun 2011, Jacky Liew mendapatkan Penghargaan Kecermelangan Tesis di Simposium Antarabangsa, Cina
  • Pada tahun 2013, Jacky Liew memasuki bidang ilmu data teknologi dan menggunakan Teknologi Situs Web untuk mendefinisikan standar evaluasi dan mempromosi makanan Malaysia. Teknologi ini untuk menghadapi dan menarik wisatawan termasuk wisatawan asal China yang merupakan golongan pembelanjaan tertinggi kedua di Malaysia.
  • Pada tahun 2014, Jacky Liew menduduki dalam koki bintang di Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hong Kong.
  • Pada tahun 2017, Jacky Liew dikategorikan oleh University Exhibitions sebagai penulis perwakilan di bidang pendidikan, humaniora dan ilmu sosial dan dipamerkan sebagai spanduk di ruang pameran pendidikan.
  • Pada tahun 2018, Jacky Liew menjadi objek penelitian literatur untuk skripsi Tunku Abdul Rahman University “Reflections on Articles Criticizing Malaysian Food and Others”.

Karier and Kontribusi

Jacky Liew telah memperkenalkan makanan di Malaysia dari tahun 1980-an hingga saat ini dan merupakan dorongan penting untuk secara aktif mempromosikan budaya makanan di Malaysia. Kolom yang pernah ditulis oleh Jacky Liew terutama dalam bahasa Cina dan Inggris, adalah sebagai berikut:


Pada tahun 2007, Jacky Liew tiba-tiba mengubah gaya penulisan dan menambahkan unsur-unsur politik kepada ruangannya.


Karya buku

"Truly Nyonya Malacca", penerbitan Seashore, Malaysia, 2010, ISBN 9789675413247, telah menjadi harta karun Library of Congress di Washington, National Library of Singapore, National Library of Malaysia, UTeM Library, Universiti Nasional Malaysia, Ngee Ann Polytechnic, Singapore. Studinya digunakan oleh Jurnal Korea sebagai penelitian tentang budaya dan makanan Baba dan Nyonya.

Ia lah yang pertama kali menghadirkan konsep masakan Malaysia yang tergolong dalam "Masakan Nusantara Melayu yang dipengaruhi oleh daerah Nanyang", kemudian membagi masakan Malaysia menjadi tiga kelas: 1. Makanan kerajaan dan kekerabatan, 2. Masakan tradisional nasional 3. Makanan dari lima bangsa besar, yang diklasifikasikan berdasarkan geografi, suku bangsa, dan rumpun bahasa, yaitu: 1. Melayu; 2. Cina; 3. India Utara dan Selatan, Mamak dan India Muslim; 4. Nyonya dan Chitty; 5. Orang Asli di semenanjung Malaysia dan Sabah, Sarawak dan dua cabang khusus "Masakan Luso-Asia" lainnya yaitu Eurasia Portugis Melaka bersama dengan masakan Muslim Siam di Malaysia utara. Dia adalah orang pertama di Asia yang mengubah kritikus makanan yang hanya menikmati makanan dan minuman menjadi pekerjaan yang dapat membawa kemakmuran bagi negara dari industri pariwisata, budaya, makanan, dan bermanfaat bagi rakyat Malaysia.

Rujukan

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28430299 (2025-11-12T12:55:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.