Mandat akses terbuka
Mandat akses terbuka adalah kebijakan yang diterapkan oleh lembaga pendanaan penelitian, universitas, atau lembaga penelitian lainnya untuk mewajibkan para peneliti menyediakan hasil karya ilmiah mereka secara bebas melalui repositori akses terbuka. Tujuan utama dari mandat ini adalah untuk memperluas distribusi pengetahuan ilmiah dan meningkatkan dampak penelitian.
Mandat akses terbuka biasanya mengharuskan peneliti untuk mendepositkan salinan artikel jurnal mereka dalam suatu repositori institusi atau repositori disipliner tertentu. Deposit ini umumnya harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu setelah publikasi, dan dalam banyak kasus, akses terhadap naskah tersebut dapat ditunda (embargo) sesuai kebijakan penerbit.
Terdapat berbagai bentuk mandat akses terbuka, termasuk mandat institusional dan mandat oleh penyandang dana. Contoh terkenal dari mandat penyandang dana adalah kebijakan dari Institut Kesehatan Nasional (NIH) di Amerika Serikat, yang mewajibkan semua penelitian yang didanai oleh NIH untuk diunggah ke PubMed Central.
Penelitian menunjukkan bahwa mandat akses terbuka dapat meningkatkan ketersediaan dan visibilitas hasil penelitian. Studi oleh Swan dkk. (2015) menekankan bahwa mandat yang disertai dengan mekanisme pelaporan dan pengawasan meningkatkan kepatuhan para peneliti terhadap kebijakan tersebut secara signifikan.
Mandat ini sering kali menjadi bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendukung sains terbuka dan inovasi yang inklusif serta berkelanjutan.
Lihat pula
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27509229 (2025-07-07T14:28:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.