Lompat ke isi

Zoombombing

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 24 Agustus 2026 08.59 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Zoom-bombing atau Zoom-raiding[1] adalah interupsi yang tidak diinginkan pada sebuah panggilan konferensi video yang dilakukan oleh seseorang dan menyebabkan gangguan. Istilah ini dipopulerkan pada tahun 2020, setelah pandemi COVID-19 yang memaksa banyak orang untuk tinggal di rumah dan konferensi video digunakan dalam skala besar oleh bisnis, sekolah, dan kelompok sosial. Istilah ini dikaitkan dengan dan berasal dari nama program perangkat lunak konferensi video bernama Zoom. Walau demikian, istilah ini tetap juga digunakan untuk merujuk pada fenomena pada sejumlah platform konferensi video.[2][3][4]

Referensi

  1. Taylor Lorenz. ‘Zoombombing’ Becomes a Dangerous Organized Effort. The New York Times. 3 April 2020.
  2. Attorney General Ashley Moody warns of ‘Zoombombing’ during COVID-19 crisis. WWSB - ABC 7.
  3. Taylor Lorenz. 'Zoombombing': When Video Conferences Go Wrong. The New York Times. March 20, 2020.
  4. Timothy B. Lee. Zoombombing is a crime, not a prank, prosecutors warn. Ars Technica. 2020-04-05.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27555350 (2025-07-15T22:53:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.