Lompat ke isi

Pelampung cuaca

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 24 Agustus 2026 14.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Defense.gov News Photo 080125-N-0193M-488

Pelampung cuaca merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi atmosfer Bumi dan ditempatkan di perairan (seperti laut dan danau). Pelampung cuaca juga disebut pelampung data atau pelampung oseanografi jika data yang dikumpulkan mencakup data selain kondisi atmosfer, seperti kondisi air di tempatnya berada. Data yang dikumpulkan oleh pelampung cuaca digunakan dalam prakiraan cuaca, prakiraan kondisi laut, serta penelitian meteorologi, klimatologi, dan oseanografi.[1] Pelampung-pelampung cuaca yang tersebar di seluruh dunia dikoordinasikan melalui Data Buoy Cooperation Panel (DBCP, Panel Kerja Sama Pelampung Data) yang merupakan sebuah lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa dari kerja sama antara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan Komisi Oseanografi Antarpemerintah (IOC) dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).[2]

Penggunaan

Pelampung cuaca digunakan dan memiliki instrumen-instrumen yang serupa dengan stasiun cuaca namun berlokasi di tengah perairan. Pelampung cuaca dapat mengumpulkan data-data kondisi atmosfer maupun kondisi lautan seperti tekanan udara, suhu udara, arah dan kecepatan angin, suhu air laut, energi gelombang laut, periode gelombang laut, dan tinggi gelombang laut. Data yang terkumpul kemudian dikirim dari pelampung melalui satelit ke stasiun pengamatan di daratan. Data-data tersebut berguna dalam pengamatan kondisi atmosfer dan perairan yang kemudian dapat digunakan dalam penelitian ilmiah, pemodelan cuaca, serta pemberitahuan navigasi untuk pelayaran dan perikanan.[3][4]

Spesifikasi

Pelampung cuaca dapat memiliki bentuk khusus ataupun berbentuk seperti pelampung pada umumnya. Terdapat pelampung yang dipasang dengan jangkar (moored), yang diam di tempat, maupun pelampung yang dihanyutkan (drifter) dengan ukuran yang bervariasi.[5] Ukuran pelampung berjangkar dapat berkisar antara 1,5 m hingga 12 m dengan bagian pelampung bawah berupa cakram (discus) maupun versi NOMAD (Navy oceanographic meteorological automatic device) yang berbentuk seperti haluan kapal.[6][7] Bagian dalam pelampung dapat berisi instrumen untuk mengukur parameter kondisi perairan dan baterai.[8] Pelampung hanyut terdiri atas bagian pelampung di atas permukaan laut yang diikatkan kepada beban yang berada di bawah permukaan laut. Pelampung hanyut berukuran lebih kecil yaitu sekitar 30,5 sampai 40 cm untuk diameter pelampung dan sekitar 60 cm untuk diameter bebannya.[9]

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. World Meteorological Organization. Meteorological and oceanographic data buoys.
  2. The Data Buoy Cooperation Panel (DBCP).
  3. Can You Describe the Moored Buoys?. National Data Buoy Center. 2012-06-11.
  4. NDBC's Drifting Buoy Program. National Data Buoy Center. 2009-02-03.
  5. World Meteorological Organization. Meteorological and oceanographic data buoys.
  6. Can You Describe the Moored Buoys?. National Data Buoy Center. 2012-06-11.
  7. Moored Buoy Program. National Data Buoy Center. 2008-02-04.
  8. V. Malačič. Oceanographic Buoy. National Institute of Biology, Marine Biology Station Piran.
  9. Drifter Frequently Asked Questions (FAQs). Physical Oceanography Division (PhOD) Atlantic Oceanographic and Meteorological Laboratory National Oceanic and Atmospheric Administration.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25793752 (2024-06-04T14:44:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.