MySejahtera
MySejahtera adalah aplikasi seluler yang dikembangkan oleh Pemerintah Malaysia untuk memfasilitasi upaya pelacakan kontak dalam menangani pandemi COVID-19 di Malaysia. Fungsi utamanya adalah identifikasi secara cepat orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dekat dengan siapa saja yang positif terkena COVID-19.
Sejarah
MySejahtera dikembangkan dengan kerjasama dari Dewan Keamanan Nasional, Kementerian Kesehatan, Unit Perencanaan Modernisasi dan Manajemen Administrasi, dan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia. Aplikasi ini diluncurkan oleh mantan Menteri Kesehatan Adham Baba pada 20 April 2020. Aplikasi MySejahtera tersedia di Galeri Aplikasi Seluler Pemerintah Malaysia (GAMMA), Apple App Store, Google Play, dan Huawei AppGallery.[1]
Pada tanggal 19 November 2020, Dirjen Noor Hisham Abdullah mengkonfirmasi bahwa 9.167 kasus COVID-19 telah teridentifikasi oleh aplikasi MySejahtera sejak diluncurkan pada bulan April 2020 melalui metode pelacakan kontak, termasuk info dari dinas kesehatan kabupaten setempat menggunakan pangkalan data MySejahtera serta pelacakan potensi kontak dekat dengan pasien COVID-19.[2] Pada tanggal 27 Agustus 2021, tercatat 1,9 juta dari 2,32 juta siswa berusia antara 12 sampai 17 tahun yang terdaftar di sekolah nasional Malaysia di seluruh dunia melakukan pendaftaran vaksinasi COVID-19 melalui aplikasi MySejahtera.[3]
Pada awal bulan November 2021, Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera tidak akan digunakan untuk penertiban moral sebagai tanggapan atas klaim Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim yang menyatakan bahwa aplikasi MySejahtera digunakan untuk mengecek umat Muslim yang pergi ke pusat gim.[4]
Pada 7 November, aplikasi MySejahtera mengalami gangguan yang menyebabkan beberapa pengguna diberikan status isolasi mandiri dan orang dalam pengawasan yang salah. Administrator aplikasi meminta maaf kepada publik atas kepanikan yang ditimbulkan galat tersebut.[5][6] Pada hari yang sama, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur mengkonfirmasi bahwa warga Malaysia yang bepergian ke Amerika Serikat dapat menunjukkan bukti vaksinasi mereka di aplikasi MySejatera serta tes negatif COVID-19.[7]
Pelacakan kontak
Fungsi utama dari aplikasi MySejahtera adalah untuk membantu pengelolaan dan mitigasi wabah COVID-19. Pengguna dapat memantau kondisi kesehatan mereka selama wabah COVID-19, serta menemukan fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan pengobatan COVID-19. Aplikasi ini digunakan juga ketika mengunjungi tempat publik melalui metode pemindaian kode QR serta juga digunakan untuk pendaftaran vaksin COVID-19.[8][9]
Lihat pula
Referensi
- ↑ MySejahtera application to assist in monitoring COVID-19. 21 April 2020.
- ↑ Joseph Kaos, Jr. Covid-19: Over 9k cases in M'sia tracked via MySejahtera app. The Star. 19 November 2020.
- ↑ Sandhya Menon. INTERACTIVE: Looking into the two million students eligible for vaccination. The Star. 27 August 2021.
- ↑ Tarrence Tan. Govt will not use MySejahtera for moral policing, says Khairy. The Star. 2 November 2021.
- ↑ MySejahtera users vent frustration as HSO, PUS error still persists. The Star. 7 November 2021.
- ↑ Timothy Achariam. Covid-19-driven MySejahtera app administrator apologises for glitch. The Edge. 7 November 2021.
- ↑ Chester Chin. MySejahtera users vent frustration as HSO, PUS error still persists. The Star. 7 November 2021.
- ↑ MySejahtera. Government of Malaysia.
- ↑ Alexander Wong. Here's how MySejahtera will notify you about your Covid-19 vaccine appointment. Malay Mail. 8 April 2021.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22405403 (2022-12-21T11:10:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.