Lompat ke isi

Vivaldi (peramban web)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 24 Agustus 2026 18.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Vivaldi web browser logo

Vivaldi merupakan peramban web gratis yang dikembangkan oleh Vivaldi Technologies, sebuah perusahaan yang didirikan oleh pendiri dan mantan CEO Opera Software Jon Stephenson von Tetzchner, dan Tatsuki Tomita.[1][2] Peramban ini ditujukan kepada pengguna Opera yang tidak menyukai transisi dari Presto ke Blink, yang menyebabkan hilangnya fitur populer dalam peramban itu.[3][4] Vivaldi ditujukan untuk menghidupkan kembali fitur populer Opera 12 dan memperkenalkan fitur inovatif terbaru.[5] Peramban ini dimutakhirkan setiap minggu, dalam bentuk "Snapshots", dan telah memperoleh ketenaran sejak versi pratayang teknis.[6]

Pada 3 November 2015, Vivaldi Technologies meluncurkan versi beta pertama Vivaldi dan mengumumkan bahwa versi pratayang teknis telah diunduh lebih dari 2 juta kali.[7] Pada 6 April 2016, mereka merilis Vivaldi 1.0, versi rilis stabil.[8]

Sejarah

Vivaldi dimulai sebagai sebuah situs web komunitas virtual yang mengganti My Opera, yang dinonaktifkan oleh Opera Software pada bulan Maret 2014.[9] Jon Stephenson von Tetzchner tidak senang dengan keputusan ini karena ia yakin bahwa komunitas ini dapat menentukan apa yang seharusnya menjadi bagian dari Opera. Ia kemudian membangun Komunitas Vivaldi, sebuah komunitas virtual yang berfokus untuk menyediakan forum diskusi, layanan blog, dan sejumlah layanan web praktis kepada pengguna terdaftar, sebagai pengganti My Opera. Pada 27 Januari 2015, Vivaldi Technologies merilis versi pratayang teknis dari peramban Vivaldi.[10] Nama tersebut diambil dari komposer asal Italia, Antonio Vivaldi, yang menurut pembuatnya nama tersebut dapat diingat dan dipahami.[11]

Fitur

Desain dan kustomisasi

Vivaldi memiliki antarmuka pengguna yang minimalis dengan ikon dan fonta dasar, dan sebuah skema warna yang dapat diubah-ubah menurut latar belakang dan desain sebuah halaman web yang dikunjungi.[12] Peramban ini juga mengizinkan pengguna untuk menyesuaikan penampilan elemen antarmuka pengguna, seperti warna latar belakang, tema keseluruhan, penempatan baris alamat dan tab, dan halaman mulai.[13] Menurut Jon von Tetzchner, kecepatan dan kustomisasi Vivaldi yang unik dan luas merupakan bagian yang besar bagaimana ia melayani kepada pengguna.[14]

Kebergunaan

Fitur Vivaldi, salah satunya, adalah kemampuan untuk "menumpuk" dan "menyusun" tab, memberikan catatan pada halaman web, dan menambahkan catatan pada penanda halaman (bookmark) peramban web.[15][16] Selain itu, pengguna dapat menambahkan penanda halaman digital pada sebuah halaman panggilan cepat (speed dial) untuk akses cepat, dan memberikan perintah cepat untuk mencari penanda halaman, riwayat penjelajahan web, tab yang terbuka, dan pengaturan.[17] Vivaldi dibangun dari teknologi web HTML5, Node.js, React.js, dan sejumlah modul NPM.[18] Pada Pratayang Teknis 4, Vivaldi mendukung sejumlah gerakan tetikus untuk melakukan tindakan, seperti beralih tab dan aktivasi papan ketik.[19] Vivaldi juga dapat diatur untuk "Chromeless UI" yang memberikan keleluasaan kepada pengguna agar lebih fokus pada sebuah halaman tanpa gangguan.[20]

Riwayat versi

Penambahan fitur selanjutnya

Vivaldi Technologies berencana untuk merilis sebuah layanan bernama "Vivaldi Sync", yang memberikan fitur kepada pengguna untuk menyelaraskan penanda halaman mereka, sejarah, kata sandi, dan pengaturan pada komputer yang berbeda. Perusahaan itu berharap untuk mengintegrasikan klien surel "M3" ke dalam Vivaldi versi selanjutnya.[21] Pengembang berencana untuk merilis anjungan ekstensi Vivaldi sendiri.[22] Peramban tersebut telah mendukung ekstensi dari Google Chrome sejak Juli 2015.[23]

Penggunaan publik

Penerimaan

Pengulas dari Ars Technica, Scott Gilbertson menulis mengenai versi 1.0 pada April 2016. Ia memuji fitur inovatifnya, seperti penanganan tab, sembari mengomentari bahwa penggunaan Vivaldi oleh masyarakat luas akan tetap (tidak akan bertambah dengan cepat).[24]

Lihat pula

Referensi

  1. Iyaz Akhtar. Ex-Opera CEO composes Vivaldi, a new Web browser. CNET. 27 Januari 2015.
  2. Douglas Vieira. Vivaldi: testamos o navegador de internet que tem personalização completa. TecMundo. 4 November 2015.
  3. Iyaz Akhtar. Ex-Opera CEO composes Vivaldi, a new Web browser. CNET. 27 Januari 2015.
  4. Ivan Minic. Jon S. von Tetzchner: We will (re)create a browser you love. Medium. 10 Februari 2015.
  5. Scott Gilbertson. Hands-on with Vivaldi, the new Web browser for power users. Ars Technica.
  6. Vivaldi browser hits 500,000 downloads in first 10 days. Reuters.
  7. Frederic Lardinois. Vivaldi Browser Hits Beta After More Than 2M Downloads. TechCrunch.
  8. Vivaldi 1.0 tries to reverse web browser simplification trend. Ars Technica.
  9. Bridget Carey. Ex-CEO picks up where Opera left off, launching Vivaldi site. CNET. 23 Januari 2014.
  10. Vivaldi browser hits 500,000 downloads in first 10 days. Reuters.
  11. Douglas Vieira. Vivaldi: testamos o navegador de internet que tem personalização completa. TecMundo. 4 November 2015.
  12. Frederic Lardinois. Vivaldi Is Quickly Becoming The Alternative Browser To Beat. TechCrunch. 8 Maret 2015.
  13. Martin Brinkmann. Latest Vivaldi snapshot introduces interface scaling. gHacks Technology News. 2 Juni 2015.
  14. Frederic Lardinois. Vivaldi Browser Gets New Customization Options, Mouse Gestures And Experimental Chrome Extension Support. TechCrunch. 15 Juli 2015.
  15. This is neat: You can stack and tile browser tabs in the Vivaldi beta browser for power users. PCWorld. 28 April 2015.
  16. Owen Williams. Vivaldi's New Preview Brings Tab Stacking And More. The Next Web.
  17. Victor Clarke. Vivaldi Browser: a Quick Look at the Opera Successor. Hackerspace.
  18. Owen Williams. Meet Vivaldi, A New Browser From the Former CEO of Opera. The Next Web.
  19. Frederic Lardinois. Vivaldi Browser Gets New Customization Options, Mouse Gestures And Experimental Chrome Extension Support. TechCrunch. 15 Juli 2015.
  20. Ruarí Ødegaard. Snapshot 1.0.228.3 - With Chromeless UI. vivaldi.net. 20 Juli 2015.
  21. Hands-on with new Vivaldi browser from creators of Opera. TechnologyTell.
  22. Vivaldi Extensions - Interview With Vivaldi Co-Founder. Extension-Zone.
  23. Owen Williams. Sick of Chrome? Vivaldi can now run your favorite extensions. The Next Web.
  24. Even at 1.0, Vivaldi closes in on the cure for the common browser. Ars Technica. 28 April 2016.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24902960 (2023-12-02T16:09:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.