Yurimetrika
Yurimetrika (atau jurimetri) adalah penerapan metode kuantitatif, terutama statistika, terhadap hukum. Istilah yurimetrika pertama kali diperkenalkan oleh Lee Loevinger pada tahun 1949 lewat artikelnya berjudul "Jurimetrics: The Next Step Forward". Tulisan Loevinger dipengaruhi oleh pandangan Oliver Wendell Holmes, Jr. di mana dia mengutip kata-kata Holmes yang paling dikenal: "orang masa depan adalah orang statistika dan pakar ekonomi".
Kajian yurimetrika cukup banyak dilakukan di Amerika Serikat dan Brasil. Di Amerika Serikat, American Bar Association bersama Arizona State University menerbitkan jurnal berjudul Jurimetrics. Sementara di Brasil, akademisi-akademisi telah mendirikan Asosiasi Yurimetrika Brasil yang merupakan "organisasi nirlaba yang mengumpulkan peneliti-peneliti di bidang ilmu hukum dan matematika".
Sejarah
Karya pertama terkait yurimetrika dimulai oleh matematikawan Swiss Nicolau I Bernoulli pada tahun 1709 lewat disertasi doktoratnya berjudul De Usu Artis Conjectandi in Jure yang di antaranya membahas tarif asuransi, kepercayaan pada saksi, dan probabilitas tersangka tidak bersalah.
Dua abad kemudian, Loevinger kemudian mengembangkan konsep yurimetrika dengan melihat penerapan logika pada hukum dengan melihat pada fakta, bukti, dan standar pembuktian. Pada tahun 1992, analisa Bayes dan aljabar Boolean mulai digunakan sebagai pendekatan untuk membangun aturan formal yang menjamin argumentasi yang sah. Kadane menekankan bahwa ada hal-hal tertentu yang perlu diperhatikan saat menggunakan metode-metode yurimetrika dalam suatu persidangan agar putusan pengadilan dapat tetap memberikan keadilan.
Wechsler et al. kemudian melakukan analisis ekonomi terhadap hukum terkait putusan-putusan pengadilan dalam kasus-kasus perdata sewa-menyewa kendaraan bermotor (benda bergerak) pada tahun 1999. Stern dan Kadane kemudian mengembangkan gagasan abstrak "kehilangan kesempatan" yang berkonsepkan adanya berbagai kemungkinan di mana korban berpengaruh dalam mengubah nasibnya.
Secara awam yurimetrika cenderung menggunakan pendekatan statistika terhadap hukum tetapi metode aljabar seperti pemrograman linear dapat pula diterapkan dalam suatu fenomena hukum seperti efisiensi. Penelitian di Brasil yang dilakukan oleh Martinho Botelho telah menerapkan pendekatan aljabar dalam yurimetrika terhadap kegiatan yudisial di 24 pengadilan hubungan industrial antara kurun tahun 2009 hingga 2014 dan di 27 pengadilan umum antara kurun tahun 2013 hingga 2014. Botelho juga mendorong pendekatan aljabar dalam kajiannya terkait efisiensi kegiatan pengadilan hubungan industrial, terutama terkait efisiensi alokasi sumber daya, yang juga menggunakan analisis ekonomi terhadap hukum dengan pengukuran menggunakan analisis pembalutan data (DEA).
Yurimetrika vs Analisis ekonomi terhadap hukum
Perbedaan umum antara yurimetrika dengan analisis hukum terhadap ekonomi ialah yurimetrika menggunakan elemen-elemen dalam statistika sementara analisis ekonomi terhadap hukum menggunakan ekonometrika.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23106298 (2023-03-13T12:31:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.