Lompat ke isi

Canva

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 03.53 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28819452; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Canva adalah aplikasi desain grafis yang digunakan untuk membuat grafis media sosial, presentasi, poster, dokumen dan konten visual lainnya. Aplikasi ini juga menyediakan beragam contoh desain untuk digunakan.

Canva terdiri dari dua jenis layanan, yakni gratis dan berbayar. Pada layanan berbayar, Canva menyediakan Canva Pro dan Canva for Enterprise. Selain itu, pengguna juga bisa membayar produk secara fisik untuk dicetak dan dikirimkan.

Pada Juni 2020, Canva meraih 60 juta dengan nilai valuasi 6 miliar. Nilai ini hampir menggandakan valuasi pada 2019.

Sejarah

Canva didirikan di Perth, Australia oleh Melanie Perkins, Cliff Obrecht dan Cameron Adams pada 1 Januari 2013. Pada tahun pertamanya, Canva mencatat jumlah pengguna sebanyak 750,000 orang. Pada April 2014, seorang pakar teknologi dan sosial media bernama Guy Kawasaki bergabung ke perusahaan sebagai promotor merek. Pada 2015, Canva for Work diluncurkan dan berfokus pada bagian pemasaran.

Selama tahun 2016-2017, pendapatan Canva meningkat dari 6.8 juta menjadi 23.5 juta, dengan kerugian mencapai 3.3 juta. Pada 2017, perusahaan meraih keuntungan dengan jumlah pelanggan berbayar mencapai 294.000 orang.

Setahun kemudian Melanie mengumumkan bahwa perusahaannya meraih 40 juta dari Sequoia Capital, Blackbird Ventures dan Felicis Ventures. Atas capaian tersebut, nilai valuasi perusahaan menjadi sebesar 1 miliar.

Pada Mei 2019, Canva mengalami pelanggaran keamanan yang menyebabkan 139 juta data penggunanya diretas. Data yang diretas ini termasuk nama asli pengguna, nama pengguna, alamat, informasi geografi dan bahkan hingga kata kunci bagi beberapa pengguna.

Dalam waktu bersamaan, perusahaan mencapai pendanaan lain sebesar 70 juta dari General Catalyst dan Bond. Canva juga meraih pendanaan dari investor sebelumnya yakni Blackbird Ventures dan Felicis Ventures sehingga nilai valuasi Canva mencapai 2.5 miliar.

Lima bulan berikutnya, Canva mengumumkan bahwa mereka berhasil menambah dana tambahan sebesar 85 million sehingga nilai valuasinya menjadi sebesar 3.2 miliar.

Pada Desember 2019, Canva meresmikan Canva for Education, sebuah produk gratis yang ditujukan untuk sekolah dan institusi pendidikan yang bertujuan untuk memfasilitasi kolaborasi antara murid dan guru.

Memasuki Januari 2020, Canva mempublikaskan kebijakan privasi dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya agar dapat dipatuhi dan dipahami oleh para pengguna.

Pada Agustus 2020 Canva kemudian merilis laporan bahwa telah terjadi peretasan pada Februari. Dilaporkan bahwa tercatat ada 4.200 email mencurigakan yang dibuat di Canva.

1. Teori Kreatifitas Torrance

Secara umum, kreativitas yang kita ketahui adalah suatu kelebihan dari

masing-masing manusia dalam menciptakan hal-hal baru yang dapat berguna bagi

dirinya dan orang lain. Tak hanya hal baru, tetapi bisa juga menambahkan atau

memodifikasi dari ide yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas sangatlah penting

dalam kehidupan manusia, karena sangat dibutuhkan dalam perkembangan

segala aspek kehidupan manusia. Dikutip dari spada.uns.ac.id dalam artikelnya

yang membahas tentang psikologi seni, Pengertian Kreativitas Menurut Torrance

(1981), adalah proses kemampuan individu untuk memahami kesenjangan

kesenjangan atau hambatan-hambatan dalam hidupnya, merumuskan hipotesis

Akuisisi

Pada 2018, perusahaan mengakuisisi perusahaan rintisan Zeetings dalam jumlah yang tidak diungkapkan sebagi bagian dari ekspansi perusahaan.

Pada Mei 2019, perusahaan mengumumkan akuisisi terhadap Pixabay dan Pexels, dua situs fotografi gratis berbasis di Jerman, yang memungkinkan pengguna Canva untuk bisa mengakses foto-foto mereka dalam membuat desain.

Kritik

Pada Mei 2019, Canva menghadapi kritik pedas atas penanganannya terhadap serangan siber yang membuat sekitar 139 juta data pengguna dicuri oleh peretas.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28819452 (2026-01-14T06:20:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.