Lompat ke isi

Metode Jacobi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 04.02 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28481376; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Metode Iterasi Jacobi merupakan salah satu bidang analisis numerik yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan persamaan linear dan sering dijumpai dalam berbagai disiplin ilmu. Metode Iterasi Jacobi merupakan salah satu metode tak langsung, yaitu bermula dari suatu hampiran penyelesaian awal dan kemudian berusaha memperbaiki hampiran dalam tak berhingga tetapi langkah konvergen. Metode Iterasi Jacobi ini digunakan untuk menyelesaikan persamaan linear berukuran besar dan proporsi koefisien nolnya besar.

Metode ini ditemukan oleh matematikawan yang berasal dari Jerman, Carl Gustav Jacob Jacobi. Penemuan ini diperkirakan pada tahun 1800-an.

Kalau kita mengubah dalam Sistem Persamaan Linear, maka dapat ditulis sebagai berikut

Ax=b.

Kemudian, diketahui bahwa A=D+(L+U), di mana D merupakan matriks diagonal, L merupakan matriks segitiga bawah, dan U merupakan matriks segitiga atas.

Kemudian, persamaan di atas dapat diubah menjadi:

Dx+(L+U)x=b.

Kemudian,

x=D1[b(L+U)x],

Jika ditulis dalam aturan iteratif, maka metode Jacobi dapat ditulis sebagai:

x(k+1)=D1[b(L+U)x(k)],

di mana k merupakan banyaknya iterasi. Jika x(k) menyatakan hampiran ke- k penyelesaian SPL, maka x(0) adalah hampiran awal.

xi(k)=1aii(bijiaijxj(k1)),i=1,2,,n.

Deskripsi

Jadi

A𝐱=𝐛

menjadi sistem kuadrat dari nilai dalam persamaan linier yaitu:

A=[a11a12a1na21a22a2nan1an2ann],𝐱=[x1x2xn],𝐛=[b1b2bn].

Setelah itu nilai dapat diuraikan menjadi komponen diagonal , bagian segitiga bawah dan bagian segitiga atas :

A=D+L+UdarimanaD=[a11000a22000ann] and L+U=[0a12a1na210a2nan1an20].

Algoritma Metode Iterasi Jacobi

INPUT:

n, A, b, dan hampiran awal Y=(y1 y2 y3...yn)T, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N

OUTPUT:

X=(x1 x2 x3...xn)T, vektor galat hampiran g, dan H yang merupakan matriks dengan baris vektor-vektor hampiran selama iterasi.
  1. Set penghitung iterasi k=1
  2. WHILE k<=N DO
    1. FOR i=1,2,3,...,n, Hitung xi=1aii(bijiaijyj)
    2. SET X=(x1x2x3...xn)T
    3. IF ||X_Y||<T THEN STOP
    4. Tambah penghitung iterasi, k=k+1
    5. FOR i=1,2,3,...,n, Set yi=xi
    6. SET Y=(y1 y2 y3...yn)T
  3. Tulis pesan "Metode gagal setelah N iterasi"
  4. STOP
Input: , (diagonal dominant) matrix A, right-hand side vector b, convergence criterion
Output:
Comments:


while convergence not reached do
    for i := 1 step until n do
        for j := 1 step until n do
            if j ≠ i then
            end
        end
         </math>}}
    end
end

Algoritma Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk software Matlab

Penggunaan algoritme Metode Iterasi Jacobi dalam bentuk matlab. Matlab merupakan program pengolahan data numerik.

INPUT:

n, A, b, dan hampiran awal Y=(y1 y2 y3...yn)T, batas toleransi T, dan maksimum iterasi N

OUTPUT:

X=(x1 x2 x3...xn)T, vektor galat hampiran g, dan H yang merupakan matriks dengan baris vektor-vektor hampiran selama iterasi.
H=X0'
n=length (b)
X=X0
for k:=1 until N
for i:=i until n,
S = b (i) - A (i,[1:i-1,i+1:n]) * X0 ([1:i-1,i+1:n])
X(i) = S / A (i,i)
end
g = abs (X-X0)
err = norm (g)
relerr = err / (norm (X)+eps)
X0 = X
H = [H;X0']
if (err<T)|(relerr<T), break, end
end

Kekonvergenan

MEtode ini akan bernilai konvergen jika matriksnya merupakan matriks dominan secara diagonal, yaitu apabila unsur diagonal pada kolom tersebut lebih besar dari penjumlahan unsur-unsur lainnya pada kolom tersebut.

|aii|>ij|aij|.

Contoh

Sistem linear dari bentuk Ax=b dengan perkiraan awal x(0) diberikan oleh

A=[2157], b=[1113]danx(0)=[11].

Kami menggunakan persamaan x(k+1)=D1(b(L+U)x(k)), dijelaskan di atas, untuk memperkirakan x. Pertama, kami menulis ulang persamaan dalam bentuk yang lebih mudah D1(b(L+U)x(k))=Tx(k)+C, dimana T=D1(L+U) dan C=D1b. Dari nilai-nilai yang diketahui

D1=[1/2001/7], L=[0050]danU=[0100].

we determine T=D1(L+U) as

T=[1/2001/7]{[0050]+[0100]}=[01/25/70].

Further, C is found as

C=[1/2001/7][1113]=[11/213/7].

Dengan T dan C dihitung, kami perkirakan x sebagai x(1)=Tx(0)+C:

x(1)=[01/25/70][11]+[11/213/7]=[5.08/7][51.143].

Hasil iterasi berikutnya

x(2)=[01/25/70][5.08/7]+[11/213/7]=[69/1412/7][4.9291.714].

Proses ini diulangi sampai konvergensi (yaitu, sampai Ax(n)b kecil). Solusi setelah 25 iterasi adalah

x=[7.1113.222].

Contoh lain

Contohnya kita diberi sistem linier berikut:

10x1x2+2x3=6,x1+11x2x3+3x4=25,2x1x2+10x3x4=11,3x2x3+8x4=15.

Bila kita memilih sebagai pendekatan awal, maka solusi perkiraan pertama diberikan oleh

x1=(6+0(20))/10=0.6,x2=(25+0+0(30))/11=25/11=2.2727,x3=(11(20)+0+0)/10=1.1,x4=(15(30)+0)/8=1.875.

Dengan menggunakan perkiraan yang diperoleh, prosedur iteratif diulangi sampai akurasi yang diinginkan tercapai. Berikut ini adalah solusi yang diperkirakan setelah lima iterasi.


Solusi yang tepat dari sistem ini adalah .

Contoh menggunakan Python dan NumPy

Prosedur numerik berikut hanya melakukan iterasi untuk menghasilkan vektor solusi.


Menghasilkan keluaran:

x: [3.99275362 2.95410628 2.16183575 0.96618357]
computed b: [29. 31. 26. 19.]
real b: [29 31 26 19]

Lihat pula

Referensi

Sahid. 2005. Pengantar Komputasi Numerik dengan MATLAB. ANDI, Yogyakarta

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28481376 (2025-11-14T07:29:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.