Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan
Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan (dalam bahasa Inggris : Global Partnership on Artificial Intelligence, disingkat GPAI) adalah sebuah inisiatif internasional yang dibentuk untuk memandu pengembangan dan penggunaankecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dengan tetap menghormati hak asasi manusia dan nilai-nilai demokratis yang dianut oleh negara-negara anggotanya. Kemitraan ini pertama kali diusulkan oleh Kanada dan Prancis pada Konferensi Tingkat Tinggi G7 ke-44 tahun 2018, dan resmi diluncurkan pada Juni 2020. GPAI bernaung di bawah Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang menyediakan sekretariat khusus untuk mendukung struktur tata kelola serta kegiatan kemitraan.
Tujuan utama GPAI adalah menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik dalam bidang kecerdasan buatan melalui dukungan terhadap penelitian serta kegiatan terapan yang relevan dengan pembuat kebijakan. Kemitraan ini menghimpun para ahli dari industri, masyarakat sipil, pemerintah, dan akademisi untuk bekerja sama menghadapi berbagai tantangan serta memanfaatkan peluang yang muncul dari perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui kolaborasi ini, GPAI berupaya menyediakan rekomendasi, analisis, dan kontribusi teknis bagi negara-negara anggota dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan AI kecerdasan buatan.
Sejarah
Kemitraan Global tentang Kecerdasan Buatan diumumkan pada sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G7 tahun 2018 oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kemitraan ini resmi diluncurkan pada 15 Juni 2020 dengan lima belas anggota pendiri yaitu Australia, Kanada, Prancis, Jerman, India, Italia, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, Republik Korea, Singapura, Slovenia, Britania Raya, Amerika Serikat, dan Uni Eropa .
OECD menjadi tuan rumah sekretariat yang berfungsi mendukung badan-badan pengelola GPAI. UNESCO bergabung sebagai pengamat pada Desember 2020. Pada 11 November 2021, beberapa negara tambahan, termasuk Ceko, Israel dan beberapa negara Uni Eropa bergabung sebagai anggota, sehingga jumlahnya bertambah menjadi 25 negara. Sejak November 2022, daftar anggota GPAI meningkat menjadi 29 negara. Austria, Chili, Finlandia, Malaysia, Norwegia, Slovakia, dan Swiss telah diundang untuk bergabung, meskipun status keanggotaan mereka masih menunggu persetujuan lebih lanjut. Austria, Chili, Finlandia, Malaysia, Norwegia, Slovakia, dan Swiss diundang. Namun, ketujuh negara tersebut masih menunggu persetujuan keanggotaan.
Keanggotaan
Berikut ini adalah 29 anggota GPAI:
- Argentina
- Australia
- Belgia
- Brazil
- Kanada
- Republik Ceko
- Denmark
- Prancis
- Jerman
- India
- Irlandia
- Israel
- Italia
- Jepang
- Meksiko
- Belanda
- Selandia Baru
- Polandia
- Korea Selatan
- Senegal
- Serbia
- Singapura
- Slovenia
- Spanyol
- Swedia
- Turki
- Britania Raya
- Amerika Serikat
- Uni eropa
Anggota yang diundang :
- Austria (menunggu persetujuan keanggotaan)
- Chili (menunggu persetujuan keanggotaan)
- Finlandia (menunggu persetujuan keanggotaan)
- Malaysia (menunggu persetujuan keanggotaan)
- Norwegia (menunggu persetujuan keanggotaan)
- Slowakia (menunggu persetujuan keanggotaan)
- Swiss (menunggu persetujuan keanggotaan)
Organisasi
Para ahli dalam GPAI bekerja melalui beberapa Kelompok Kerja yang mencakup tema-tema utama, yaitu Kecerdasan Buatan yang Bertanggung Jawab (termasuk subkelompok ad-hoc mengenai Respons terhadap Pandemi), Tata Kelola Data, Masa Depan Pekerjaan, serta Inovasi dan Komersialisasi. Kelompok-kelompok kerja ini didukung oleh dua Pusat Keahlian: satu berlokasi di Montreal untuk mendukung dua kelompok pertama, dan satu lagi di Paris untuk mendukung dua kelompok lainnya. GPAI juga memiliki Komite Pengarah, dan ketua terpilih komite ini juga menjabat sebagai ketua Multi Stakeholder Group (MEG).
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28773284 (2026-01-03T08:30:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.