Lompat ke isi

Kejuaraan Dunia BWF

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 21 Agustus 2026 16.57 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27411259; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Kejuaraan Dunia BWF (bahasa Inggris: BWF World Championships) adalah kejuaraan bulu tangkis yang diorganisir oleh Badminton World Federation (BWF) untuk menentukan pemain bulu tangkis terbaik di dunia. Turnamen ini dimulai sejak tahun 1977 dan diadakan setiap tiga tahun sekali sejak tahun 1983. Walau bagaimanapun, IBF tetap kesulitan menggelar dua turnamen pertama karena Badan Bulu Tangkis Dunia (yang akhirnya bergabung dengan IBF menjadi satu badan) menggelar kejuaraan serupa setahun setelah Kejuaraan Dunia 1977 dengan tujuan yang sama.

Dimulai pada tahun 1985, kejuaraan diadakan setiap dua tahun sekali dan para pemain hanya berlaga satu kali dalam dua tahun hingga tahun 2005. Dan akhirnya, BWF memutuskan sejak tahun 2006, kejuaraan ini menjadi acara tahunan dalam kalender BWF dengan tujuan memberikan peluang besar bagi tiap-tiap pemain meraih gelar Juara Dunia Bulu Tangkis. Meskipun demikian, kejuaraan dunia tidak akan digelar pada tahun ke-4 penyelenggaraan setelah 3 tahun, untuk memberikan jalan pada Olimpiade.

Lokasi penyelenggaraan kejuaraan

Tabel di bawah ini memperlihatkan tuan rumah dan negara tempat penyelenggaraan Kejuaraan Dunia. Sejak tahun 1989 hingga tahun 2001, Kejuaraan Dunia diadakan bersamaan dengan Piala Sudirman di tempat yang sama.


Pemenang sebelumnya

Meskipun begitu, hanya ada 17 negara yang pernah meraih gelar, sekurang-kurangnya medali perunggu pada kejuaraan ini. Negara yang termasuk adalah 9 negara dari benua Asia, 5 negara dari benua Eropa, dan masing-masing satu negara dari benua Amerika serta benua Oseania. Hanya benua Afrika yang belum pernah meraih medali pada kejuaraan ini.

Pemain dan negara paling sukses

Pemain paling sukses

Beberapa pemain yang pernah meraih medali emas lebih dari satu partai pada satu Kejuaraan Dunia adalah:

  1. Lene Køppen, 1977, ganda campuran dan tunggal putri
  2. Christian Hadinata, 1980, ganda putra dan ganda campuran
  3. Park Joo-bong, 1985, ganda putra dan ganda campuran, 1991, ganda putra dan ganda campuran
  4. Han Aiping, 1985, tunggal putri dan ganda putri
  5. Ge Fei, 1997, ganda putri dan ganda campuran
  6. Kim Dong-moon, 1999, ganda putra dan ganda campuran
  7. Gao Ling, 2001, ganda putri dan ganda campuran
  8. Zhao Yunlei, 2014 & 2015, ganda putri dan ganda campuran
  9. Seo Seung-jae, 2023, ganda putra dan ganda campuran

Sejak tahun 1977 hingga tahun 2001, medali biasanya hanya dikuasai oleh lima negara yaitu Tiongkok, Korea, Denmark, Indonesia dan Malaysia. Namun, sejak tahun 2003, negara peraih medali bertambah menjadi 7 negara dan pada tahun 2005 negara peraih medali bertambah kembali menjadi 10 negara.

Tony Gunawan menjadi pemain paling spektakuler yang meraih emas di nomor ganda putra, pada tahun 2001 bersama Halim Haryanto untuk negara Indonesia dan pada tahun 2005 bersama Howard Bach mengiring Amerika Serikat untuk meraih medali emas pertama bagi Amerika Serikat di Kejuaraan ini.

Pada kejuaraan dunia 2005 yang lalu, ganda campuran memperlihatkan wajah baru yang sebelumnya didominasi oleh Tiongkok dan Korea sejak 1997. Dengan menyingkirkan juara bertahan Kim Dong-moon/Ra Kyung-min (Korea), Nova Widianto/Lilyana Natsir memberikan gelar ganda campuran pertama bagi Indonesia semenjak terakhir pada tahun 1980 saat Christian Hadinata/Imelda Wiguna meraih gelar untuk Indonesia.

Berikut daftar pemain yang pernah meraih 3 medali emas atau lebih pada Kejuaraan Dunia BWF.


Berikut daftar pemain tersukses pada masing-masing kategori pertandingan.


Negara paling sukses

Berikut merupakan negara peraih medali hingga Kejuaraan Dunia BWF 2023. Tiongkok menjadi negara paling berjaya di Kejuaraan Dunia sejak ambil bagian di Kejuaraan ini pada tahun 1977. Tiongkok menjadi satu-satunya negara yang pernah memborong keseluruh medali emas pada semua kategori yaitu pada tahun 1987 di Beijing. Torehan mereka ini masih disaingi oleh beberapa negara lainnya yaitu Indonesia dan Korea serta Denmark yang menjadi negara Eropa tersukses di kejuaraan ini.


Korea unggul perolehan medali perak (dua) dibandingkan Tiongkok (satu), sehingga Korea menjadi juara umum.
Tiongkok unggul perolehan medali perak (empat) dibandingkan Indonesia (satu), sehingga Tiongkok menjadi juara umum.
Tiongkok unggul perolehan medali perak (dua) dibandingkan Indonesia (nol), sehingga Tiongkok menjadi juara umum.
Tiongkok unggul perolehan medali perunggu (empat) dibandingkan Jepang (dua), sehingga Tiongkok menjadi juara umum.


Tunggal putra

Tunggal putri

Ganda putra

Ganda putri

Ganda campuran

Referensi

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Artikel ini diadaptasi dalam mode teks dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27411259 (2025-06-15T14:15:51Z). Gambar, media, infobox, templat navigasi, dan kategori sumber tidak diimpor ke Wiki Unissula. Atribusi dan lisensi mengikuti ketentuan Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) pada sumber Wikipedia.