Lompat ke isi

Air semiberat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Berkas:Semiheavy-water-3D-vdW.png
Semiheavy-water-3D-vdW

Air semiberat adalah hasil dari penggantian salah satu protium dalam air ringan dengan deuterium.[1] Air ini eksis setiap kali terdapat air dengan campuran hidrogen ringan (protium, 1H) dan deuterium (D atau 2H). Hal ini dikarenakan atom hidrogen (hidrogen-1 dan deuterium) dipertukarkan dengan cepat di antara molekul air. Air yang mengandung 50% H dan 50% D dalam hidrogennya mengandung sekitar 50% HDO dan masing-masing 25% H2O dan D2O, dalam kesetimbangan dinamis.[2] Dalam air biasa, sekitar 1 molekul dalam 3.200 adalah HDO (satu hidrogen dalam 6.400 adalah D). Sebagai perbandingan, air berat D2O[3] terjadi pada proporsi sekitar 1 molekul dalam 41 juta (satu dalam 6.4002). Hal ini membuat air semiberat jauh lebih umum daripada air berat "biasa".

Titik beku air semiberat mendekati titik beku air berat, yaitu 3,8 °C dibandingkan dengan 3,82 °C pada air berat.

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. Neutronic Investigation of Semi-Heavy Water Application in Hplwr New Flow Pattern. CNL Nuclear Review. 28 September 2016. hlm. 1–5. doi:10.12943/CNR.2016.00019.
  2. Revealing water's secrets: deuterium depleted water. Chemistry Central Journal. Juni 2013. Vol. 7 (1). hlm. 103. doi:10.1186/1752-153X-7-103.
  3. Heavy water chemical compound. Encyclopedia Britannica.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25368089 (2024-02-26T04:00:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.