Alphonse Bertillon

Alphonse Bertillon (; ) adalah seorang perwira polisi Prancis dan peneliti biometrik yang menerapkan teknik antropologi antropometri untuk penegakan hukum menciptakan sistem identifikasi berdasarkan pengukuran fisik. Antropometri adalah sistem ilmiah pertama yang digunakan oleh polisi untuk mengidentifikasi penjahat. Sebelum waktu itu, penjahat hanya bisa dikenali dengan nama atau foto. Metode ini akhirnya digantikan dengan sidik jari.
Dia juga penemu tembakan mug. Memotret penjahat dimulai pada tahun 1840-an hanya beberapa tahun setelah penemuan fotografi, tetapi baru pada tahun 1888 Bertiller menetapkan prosesnya.
Biografi
Bertillon lahir di Paris.[1] Dia adalah anak ahli statistik Louis-Adolphe Bertillon dan adik dari ahli statistik dan demografer Jacques Bertillon.
Setelah diusir dari Imperial Lycée Versailles, Bertillon melayang melalui sejumlah pekerjaan di Inggris dan Prancis, sebelum dipaksa masuk ke tentara Prancis pada tahun 1875. Beberapa tahun kemudian, dia dipecat dari tentara tanpa pendidikan tinggi yang sesungguhnya, jadi Ayahnya mengatur pekerjaannya di sebuah pekerjaan klerus tingkat rendah di Prefektur Polisi di Paris. Dengan demikian, Bertillon memulai karier kepolisiannya pada tanggal 15 Maret 1879 sebagai penyalin departemen.
Sebagai orang yang tertib, dia merasa tidak puas dengan metode ad hoc yang digunakan untuk mengidentifikasi meningkatnya jumlah penjahat yang ditangkap yang telah ditangkap sebelumnya. Ini, bersamaan dengan tingkat residivisme yang terus meningkat di Prancis sejak tahun 1870,[2] memotivasi penemuan antropometriknya. Jalan menuju ketenaran adalah jalan yang berlarut-larut dan sulit, karena ia terpaksa melakukan pengukurannya di waktu luangnya. Dia menggunakan Penjara La Santé yang terkenal di Paris untuk aktivitasnya, menghadapi cemoohan dari tahanan penjara dan juga petugas kepolisian.
[[Berkas:Bertillon_-_Signalement_Anthropometrique.png|right|thumb|250px|Frontispiece Bertillon juga menciptakan banyak teknik forensik lainnya, termasuk penggunaan senyawa galvanoplastik untuk mengamankan jejak kaki, balistik, dan dinamometer, digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan yang digunakan dalam pemecah dan pemasukan.
Standar yang hampir berusia 100 tahun untuk membandingkan 16 karakteristik ridge untuk mengidentifikasi cetakan laten di lokasi kejahatan terhadap catatan kriminal dari tayangan sidik jari didasarkan pada klaim dalam makalah Bertco 1912 yang diterbitkan di Prancis. .[3] Citra sidik jari yang digunakan Bertillon dalam makalahnya dan berdasarkan klaimnya kemudian ternyata bisa diubah dan dipalsukan.[4]
Bertillon meninggal tanggal 13 Februari 1914 di Paris.
Sumber
- Ginzburg describes Bertillon's role in the development of forensic science. This essay is a discussion of the conjectural paradigm as evidenced by the methods of Giovanni Morelli, Sigmund Freud and Sherlock Holmes in the light of Charles Sanders Peirce's logic of making good guesses or abductive reasoning.
Pranala luar
- The Adventure of Criminalistics (Dobrodružství kriminalistiky)
- Criminocorpus: Alphonse Bertillon and the Identification of Persons 1880–1914*
- Example of Bertillon Measurements in practice
- Instructions signalétiques by Alphonse Bertillon
- Ancestral Criminal Records — includes Bertillon cards.
Referensi
- ↑ Rhodes, Henry T.F. Rhodes. Alphonse Bertillon: Father of Scientific Detection. New York: Abelard-Schuman. 1956. hlm. 27.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ "Les empreintes digitales", Archives d’anthropologie criminelle, pp. 36–52
- ↑ Miller, Clifford G. (8 March 2013) Fingerprint Identification Not Scientific Nor Infallible & Based On Fraud. The Law Society Advocacy Section Newsletter.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29299821 (2026-05-31T23:39:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.