Aluminium fosfida

| Nama | |
|---|---|
| Nama lain :
Aluminium fosfida Aluminium (III) fosfida Aluninium monofosfida Phostoksin Fumitoksin | |
| Identifikasi | |
| Nomor CAS | |
| Model 3D (JSmol) | |
| ChemSpider |
|
| ECHA InfoCard | 100.040.065 |
| Nomor EC |
|
| PubChem | |
| Nomor RTECS |
|
| UniII | |
| Nomor PBB | 1397 3048 |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
InchI
| |
Senyum
| |
| Properti | |
| Rumus kimia | AlP |
| Massa molar | 57,9552 g/mol |
| Penampilan | Kristal kuning atau abu-abu |
| Bau | seperti bawang putih |
| Kapadatan | 2,85 g/cm3 |
| Titik pencairan | 2,530 °C (4,590 °F; 2,800 K) |
| Larutan dalam air | reaksi |
| Kesenjangan Band | 2.5 eV (indirect) |
| Index refractif (nD) | 2,75 (IR), ~3 (Vis) |
| Struktur | |
| Struktur kristal | Benda besi |
| Kelompok ruang angkasa | T2-F43m |
| Konstan Lattice | a = 546,35 pm |
| Geometri koordinasi | Tetrahedral |
| Termochemistry | |
| Molarentropy (S ⁇ 298) | 47,3 J/mol K |
| Std entalpi dari pembentukan (ΔfH ⁇ 298) |
-164,4 kJ/mol |
| Bahaya | |
| Pelabelan GHS: | |
| Pikatogram | |
| Kata sinyal | Bahaya |
| Pernyataan bahaya | H260, H300, H311, H330, H400 |
| Pernyataan pencegahan | P223, P231+P232, P260, P264, P270, P271, P273, P280, P284, P301+P310, P302+P352, P304+P340, P310, P312, P320, P321, P322, P330, P335+P334, P361, P363, P370+P378, P391, P402+P404, P403+P233, P405, P501 |
| NFPA 704 (berlian api) | |
| Titik kilat | > 800 °C (1,470 °F; 1,070 K) |
| Dosis atau konsentrasi fatal (LD, LC): | |
| LD50 (dosis median) | 11,5 mg/kg |
| Daftar data keselamatan (SDS) | MSDS eksternal |
| Kecuali dinyatakan sebaliknya, data diberikan untuk bahan dalam keadaan standarnya (pada 25 °C [77 °F], 100 kPa). Y verify (apa yang YN ?)
Referensi infobox | |
Aluminium fosfida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia AlP yang memiliki tingkat toksisitas tinggi. Senyawa ini digunakan secara luas sebagai fumigan untuk pengendalian hama serta sebagai material semikonduktor pita lebar dalam aplikasi industri elektronik. Bentuk padat aluminium fosfida umumnya berwarna tidak berwarna, namun dijual dalam bentuk bubuk atau pelet abu-abu hingga kuning-hijau akibat adanya kotoran yang terbentuk dari proses hidrolisis dan oksidasi. aluminium fosfida tersedia untuk digunakan oleh petani, pengendali hama, pengelola lahan, dan pengurus satwa sebagai pestisida fumigan.[1][2]
Sifat Kimia dan Fisik
Secara fisik, kristal AlP memiliki warna dari abu-abu gelap hingga kuning gelap dan tersusun dalam struktur kristal zincblende dengan konstanta kisi 5,4510 Å pada suhu 300 K.[3][4] Senyawa ini bersifat stabil secara termodinamika hingga suhu 1.000 °C.[5] aluminium fosfida bereaksi dengan cepat terhadap air atau asam untuk menghasilkan gas fosfina, yang menjadi dasar sifat toksiknya.[6]
Sintesis
Sintesis aluminium fosfida dilakukan melalui reaksi langsung antara aluminium dan fosfor.[7]
Penggunaan
Pestisida
Dalam bidang pertanian dan pengendalian hama, AlP digunakan sebagai rodentisida, insektisida, dan fumigan untuk biji-bijian yang disimpan. Produk ini tersedia dalam bentuk tablet atau pelet, yang sering mengandung senyawa tambahan seperti ammonium karbamat untuk mencegah kemungkinan terbakar atau ledakan spontan dari gas fosfin.[8]
Tablet AlP diberikan bersama makanan untuk dikonsumsi oleh hewan pengerat. Asam di saluran pencernaan hewan tersebut bereaksi dengan aluminium fosfida untuk menghasilkan gas fosfin yang bersifat toksik. Senyawa serupa termasuk fosfida seng dan fosfida kalsium. aluminium fosfida dipasarkan dengan berbagai merek dagang, termasuk QuickPhos, Celphos, Fumitoxin, Phostek, dan Fieldphos.[9]
Reaksi hidrolisis yang terjadi dapat dituliskan sebagai :
AlP juga digunakan sebagai fumigan ketika metode pestisida lain tidak praktis, terutama untuk struktur dan fasilitas seperti kapal, pesawat, dan silo biji-bijian. Struktur-struktur ini dapat disegel dengan rapat untuk menahan dan mengonsentrasikan gas fosfin. Fumigan juga dapat diterapkan langsung pada liang hewan pengerat.[10]
semikonduktor
Selain digunakan sebagai fumigan, aluminium fosfida juga berperan sebagai material semikonduktor dalam industri elektronik. Bahan semikonduktor ini umumnya akan disatukan dengan bahan biner lainnya untuk aplikasi dalam perangkat seperti dioda yang memancarkan cahaya (misalnya aluminium gallium indium phosphide).[11]
Toxicology
Aluminium fosfida merupakan senyawa beracun yang dapat menyebabkan kematian, baik secara sengaja maupun tidak disengaja.[12][13][14][15][16] Kasus keracunan telah dilaporkan di beberapa negara, termasuk Iran, India, Spanyol, dan negara-negara di Asia Tenggara. Di Iran, senyawa ini dikenal sebagai "rice tablet" karena penggunaannya dalam pengawetan beras.[17][18] Penyimpanan wadah AlP bekas secara tidak tepat juga dapat menimbulkan risiko toksik akibat reaksi dengan kelembapan, yang menghasilkan gas fosfin.[19]
Peraturan
Secara global, aluminium fosfida diproduksi oleh beberapa perusahaan, termasuk UPL Corporation, Intech Organics, dan Scimplify. Di beberapa negara, pembelian senyawa ini diatur secara ketat. Misalnya di Inggris memerlukan lisensi dan pelatihan khusus,[20] sementara di India masih tersedia secara bebas meskipun terdapat peraturan yang lebih ketat.[21] Di Uni Eropa, aluminium fosfida merupakan pestisida yang disetujui, dengan perpanjangan izin terakhir pada 13 November 2025.[22]
Referensi
- ↑ Ali Akbar Moghadamnia. An update on toxicology of aluminum phosphide. Daru: Journal of Faculty of Pharmacy, Tehran University of Medical Sciences. 2012-09-03. Vol. 20 (1). hlm. 25. doi:10.1186/2008-2231-20-25.
- ↑ Aluminium phosphide: general information. GOV.UK.
- ↑ Van Zeghbroeck. Bravais Lattices; Zincblende Lattice. University of Colorado. 1997.
- ↑ Lattice Constants. SiliconFarEast.com. 2004.
- ↑ White, W. E. Inorganic Syntheses. 1953. Vol. 4. hlm. 23–25. doi:10.1002/9780470132357.ch7. ISBN 978-0-470-13235-7.
- ↑ White, W. E. Aluminum Phosphide – Preparation and Composition. Journal of the American Chemical Society. 1944. Vol. 66 (10). hlm. 1666. doi:10.1021/ja01238a018.
- ↑ White, W. E. Aluminum Phosphide – Preparation and Composition. Journal of the American Chemical Society. 1944. Vol. 66 (10). hlm. 1666. doi:10.1021/ja01238a018.
- ↑ United States Environmental Protection Agency.
- ↑ White, W. E. Aluminum Phosphide – Preparation and Composition. Journal of the American Chemical Society. 1944. Vol. 66 (10). hlm. 1666. doi:10.1021/ja01238a018.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Corbridge, D. E. C. Phosphorus: An Outline of its Chemistry, Biochemistry, and Technology. Elsevier. 1995. ISBN 0-444-89307-5.
- ↑ Millionaire's death sparks poison scare. BBC News. 2002-10-10.
- ↑ Fumes kill two Danes in Jeddah. BBC News. 2009-02-24.
- ↑ Family loses 2nd child in suspected pesticide poisoning. KSL-TV. 2010-02-09.
- ↑ 4 children dead in Texas in pesticide spraying incident. CBS News. 2017-01-02.
- ↑ Nadeem Badshah. Girl, 11, died on her birthday after London neighbour used bedbug poison. The Guardian. 2024-07-18.
- ↑ S. Shadnia. A Retrospective 7-Years Study of Aluminum Phosphide Poisoning in Tehran: Opportunities for Prevention. Human & Experimental Toxicology. 2009. Vol. 28 (4). hlm. 209–213. doi:10.1177/0960327108097194.
- ↑ O. Mehrpour. Rice Tablet Poisoning: A Major Concern in Iranian Population. Human & Experimental Toxicology. 2010. Vol. 29 (8). hlm. 701–702. doi:10.1177/0960327109359643.
- ↑ La familia de Alcalá de Guadaira murió tras inhalar plaguicida. La Vanguardia. 3 February 2014.
- ↑ Aluminium phosphide: general information. GOV.UK.
- ↑ Sukhminder Jit Singh Bajwa. Management of celphos poisoning with a novel intervention: A ray of hope in the darkest of clouds. Anesthesia, Essays and Researches. 2010. Vol. 4 (1). hlm. 20–24. doi:10.4103/0259-1162.69301.
- ↑ European Free Trade Association. Factsheet - 32025D2279. www.efta.int.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28944948 (2026-02-09T07:22:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.