Lompat ke isi

Amilmetakresol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Amilmetakresol (disingkat AMC) adalah antiseptik yang digunakan untuk mengobati infeksi mulut dan tenggorokan. Ia digunakan sebagai bahan farmasi aktif dalam beberapa tablet isap pelega tenggorokan seperti Strepsils dal lain-lain. Biasanya dikombinasikan dengan alkohol diklorobenzil, suatu antiseptik lainnya.

Kegunaan medis

Dalam bentuk permen pelega tenggorokan, amilmetakresol digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan dan infeksi ringan di mulut dan tenggorokan termasuk faringitis dan gingivitis.

Sebuah metaanalisis tahun 2017 menemukan bahwa kombinasi AMC dengan alkohol diklorobenzil memiliki sedikit keuntungan dibandingkan pelega tenggorokan tanpa obat dalam hal menghilangkan nyeri.

Kontraindikasi

Tidak ada kontraindikasi yang diketahui selain hipersensitivitas terhadap zat ini.

Efek samping

Amilmetakresol terkadang menyebabkan rasa nyeri pada lidah. Reaksi hipersensitivitas sangat jarang terjadi dan menunjukkan gejala seperti mual atau dispepsia, meskipun tidak sepenuhnya jelas efek samping mana yang disebabkan oleh AMC dan mana yang disebabkan oleh alkohol diklorobenzil atau bahan lain dalam tablet isap.

AMC memiliki toksisitas rendah dengan LD50 sebesar 1500 mg/kg berat badan (pada tikus).

Overdosis

Belum ada kasus overdosis yang dilaporkan. Obat ini diperkirakan tidak akan menimbulkan gejala selain ketidaknyamanan gastrointestinal.

Interaksi

Tidak ada interaksi dengan obat lain yang diketahui.

Farmakologi

Mekanisme kerja

Amilmetakresol adalah zat antibakteri dan antivirus. Zat ini juga memblokir saluran natrium dengan cara yang mirip dengan anestesi lokal. Zat ini memiliki koefisien Rideal-Walker sebesar 250.

Farmakokinetik

Zat ini diserap dengan cepat. Zat ini dioksidasi menjadi asam karboksilat, diglukuronidasi, dan dengan cepat dikeluarkan melalui ginjal.

Kimia

AMC merupakan turunan dari m-kresol, dengan gugus pentil yang terikat pada atom karbon keenam. Zat murni ini meleleh pada suhu 24 °C (75 °F), dan mendidih antara 137 dan 139 °C (279 dan 282 °F) pada tekanan 6,7 kilopascal (50 mmHg). Zat ini larut dalam air, etanol, aseton, dietil eter, dan minyak.

Referensi

Bacaan lebih lanjut


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29132307 (2026-04-15T18:09:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.