Lompat ke isi

Amoksisilin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Amoxicillin

Amoksisilin merupakan antibiotik yang digunakan dalam pengobatan berbagai infeksi bakteri.[1] Obat ini merupakan lini pertama untuk pengobatan infeksi telinga tengah. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati faringitis streptokokus, pneumonia, infeksi kulit, dan infeksi saluran kemih. Obat ini diberikan secara per oral.[2]

Efek samping yang umum terjadi antara lain mual dan ruam.[3] Amoksisilin juga dapat meningkatkan risiko infeksi jamur. Ketika digunakan bersamaan dengan Asam klavulanat akan memiliki efek samping diare.[4] Amoksisilin tidak boleh digunakan kepada orang yang alergi terhadap penisilin. Amoksisilin dapat digunakan pada pasien dengan masalah ginjal, hanya saja dosisnya perlu diturunkan. Amoksisilin dapat digunakan selama kehamilan dan menyusui.[5]

Amoksisilin mulai dipasarkan pada tahun 1972.[6] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat yang perlu ada dalam sistem kesehatan mendasar.[7] Obat ini merupakan salah satu antibiotik yang paling sering diresepkan pada anak-anak.[8] Amoksisilin tersedia dalam bentuk obat generik.[9] Amoksisilin dijual di negara berkembang dengan harga antara 0,02 dan 0,05 USD per tablet.[10] Di Amerika Serikat, pengobatan selama sepuluh hari dengan Amoksisilin membutuhkan biaya sekitar 16 USD.[11]

Penggunaan medis

Amoksisilin digunakan dalam pengobatan berbagai infeksi, seperti radang telinga tengah akut, faringitis streptokokus, pneumonia, infeksi kulit, infeksi saluran kemih, infeksi Salmonella, penyakit Lyme, dan infeksi klamidia.[12]

Infeksi saluran pernapasan

Amoksisilin dan amoksisilin-klavulanat telah direkomendasikan sebagai obat pilihan untuk sinusitis yang disebabkan oleh bakteri, tetapi sinusitis lebih banyak disebabkan oleh virus, sehingga amoksisilin dan amoksisilin-klavulanat tidak efektif,[13] dan manfaat kecil yang didapat pada terapi dengan amoksisilin mungkin tidak sebanding dengan efek obat tidak diinginkan yang banyak.[14] Amoksisilin direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk pneumonia pada orang dewasa oleh National Institute for Health and Care Excellence, dalam bentuk tunggal (untuk pneumonia ringan sampai sedang) atau dalam bentuk kombinasi dengan makrolida.[15] Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan amoksisilin sebagai pengobatan lini pertama untuk radang paru-paru yang tidak terlalu parah.[16]

Infeksi kulit

Amoksisilin cukup sering digunakan untuk pengobatan infeksi kulit, seperti jerawat.[17] Obat ini cukup efektif untuk mengobati jerawat ketika tidak mempan diberikan antibiotik lainnya seperti doksisiklin dan minosiklin.[18]

Infeksi pada bayi dengan keterbatasan tertentu

Amoksisilin direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia untuk pengobatan pneumonia pada bayi ketika orang tua tidak mampu atau tidak mau membawa bayi ke rawat inap. Amoksisilin dengan kombinasi gentamisin direkomendasikan untuk pengobatan infeksi parah pada bayi ketika tidak mampu untuk dirawat inap.[19]

Pencegahan endokarditis yang disebabkan bakteri

Amoksisilin juga digunakan untuk mencegah endokarditis yang disebabkan bakteri pada pasien perawatan gigi dengan risiko tinggi, digunakan untuk mencegah Streptococcus pneumoniae dan bakteri lainnya pada pasien yang telah menjalani pengangkatan limpa, seperti pasien dengan anemia sel sabit, dan digunakan untuk pencegahan dan pengobatan antraks.[20] Kementerian Kesehatan Britania Raya merekomendasikan penggunaan amoksisilin untuk terapi profilaksis endokarditis yang menulat.[21] Rekomendasi ini tidak terlihat telah menurunkan tingkat infeksi untuk endokarditis yang menular.[22]

Pengobatan kombinasi

Amoksisilin rentan terhadap degradasi oleh β-laktamase yang diproduksi bakteri resisten terhadap antibiotik spektrum sempit golongan β-laktam, seperti penisilin. Karena hal tersebut, amoksisilin dikombinasikan dengan asam klavulanat, inhibitor β-laktamase. Kombinasi ini sering disebut dengan co-amoxiclav.[23]

Spektrum aktivitas

Amoksisilin merupakan antibiotik spektrum menengah, bakteriolitik, antibiotik β-laktam golongan aminopenisilin yang digunakan untuk mengobati infeksi dari bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Amoksisilin menjadi pilihan obat dalam golongan tersebut karena dapat diabsorbsi dengan baik melalui pemberian peroral jika dibandingkan dengan antiobiotik β-laktam lainnya. Pada umumnya, Streptococcus, Bacillus subtilis, Enterococcus, Haemophilus, Helicobacter, dan Moraxella rentan terhadap amoksisilin, sementara Citrobacter, Klebsiella dan Pseudomonas aeruginosa resisten terhadap amoksisilin.[24] Beberapa E. coli dan sebagian besar galur Staphylococcus aureus telah menunjukkan resistensi terhadap amokisilin.

Efek yang tidak diinginkan

Efek yang tidak diinginkan dari amoksisilin serupa dengan antibiotik β-laktam lainnya, seperti mual, muntah, ruam, dan kolitis karena antibiotik. Diare juga mungkin terjadi. Efek lainnya yang lebih jarang terjadi antara lain insomnia, kebingungan, kecemasan, dan sensitivitas pada cahaya dan suara. Perawatan medis segera diperlukan jika terdapat tanda-tanda terjadinya efek ini..

Terjadinya reaksi alergi terhadap amoksisilin dapat terjadi secara tiba-tiba dan intens; tindakan medis harus dilakukan sesegera mungkin. Fase awal dari reaksi tidak diinginkan tersebut biasanya dimulai dari perubahan kondisi mental, ruam kulit dengan gatal yang intens, dan demam, mual, dan muntah. Gejala yang tampak bahkan yang tidak mencurigakan harus ditangani dengan serius. Namun, untuk gejala alergi yang lebih ringan, seperti ruam, bisa terjadi pada saat selama pengobatan, bahkan sampai seminggu setelah pengobatan dihentikan. Untuk beberapa orang yang alergi terhadap amoksisilin, efek samping dapat berakibat fatal karena anafilaksis.

Penggunaan kombinasi amoksisilin/asam klavulanat lebih dari satu minggu dapat menyebabkan hepatitis ringan terhadap beberapa pasien. Anak-anak yang mengonsumsi amoksisilin berlebihan menunjukkan gejala letargi, muntah, dan disfungsi ginjal.[25][26]

Ruam nonalergi

Sekitar 3-10% dari anak-anak yang mengonsumsi amoksisilin (atau ampisilin) menunjukkan gejala ruam (>72 jam setelah awal pengobatan dan tidak pernah mengonsumsi obat serupa penisilin sebelumnya), yang terkadang disebut sebagai "ruam amoksisilin". Ruam juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Ruam ini kemungkinan besar bukanlah reaksi alergi yang sesungguhnya, dan bukan kontraindikasi untuk penggunaan amoksisilin di akan datang, bukan juga untuk segera menghentikan pemberian obat. Namun, ruam yang disebabkan amoksisilin secara umum dan reaksi alergi yang berbahaya tidak dapat dengan mudah dibedakan oleh orang awam, sehingga tenaga medis diperlukan untuk membedakan antara keduanya.[27][28]

Ruam amoksisilin nonalergi mungkin juga menjadi indikator dari mononukleosis menular. Beberapa studi yang telah dilakukan menunjukkan sekitar 80-90% dari pasien dengan infeksi virus Epstein Barr akut yang diobati dengan amoksisilin atau ampisilin menunjukkan gejala ruam.[29]

Interaksi obat

Amoksisilin dapat berinteraksi dengan obat-obat berikut:

Mekanisme aksi obat

Sebagai turunan dari ampisilin, amoksisilin merupakan satu golongan dengan penicillins, dan merupakan antibiotik β-lactam.[31] Amoksisilin bekerja dengan menghambat sintesis dari dinding sel bakteri. Amoksisilin menghambat cross-linkage di antara rantai polimer peptidoglikan linear yang membentuk komponen utama dari dinding sel dari bakteri Gram-positif dan komponen minor dari Gram-negatif. Bakteri Gram negatif umumnya tahan terhadap antibiotik Beta-laktam.

Amoksisilin memiliki dua gugus yang dapat terionisasi di dalam tubuh manusia (gugus amino di posisi alfa terhadap gugus karbonil amida dan gugus karboksil).

Sejarah

Amoksisilin merupakan salah satu dari beberapa turunan semisintetis dari asam 6-aminopenisilanat (6-APA) yang dikembangkan di Beecham, Inggris pada tahun 1960-an. Obat ini mulai dijual di pasar pada tahun 1972, dan merupakan golongan aminopenisilin kedua yang dapat dipasarkan (setelah ampisilin pada tahun 1961).[32][33][34] Co-amoxiclav mulai dijual pada tahun 1981.[35]

Amoksisilin di masyarakat

Cara pemberian obat

Amoksisilin yang ada di pasar umumnya berupa kristal trihidrat, untuk penggunaan oral tersedia dalam bentuk kapsul, tablet kunyah dan dapat terdispersi, sirop dan suspensi untuk pasien pediatri, dan berupa garam natrium untuk pemberian intravena. Amoksisilin paling sering diberikan secara oral. Obat bentuk cair digunakan untuk pasien yang kesulitan untuk menelan tablet atau kapsul.

Penelitian dengan tikus menunjukkan amoksisilin dalam bentuk mikropartikel dapat diberikan secara intraperitoneal.[36]

Penamaan

Amoksisilin merupakan salah satu penisilin semisintetis yang ditemukan oleh ilmuwan Beecham. Paten amoksisilin telah berakhir, dengan demikian sediaan amoksisilin dan co-amoxiclav dijual dengan berbagai nama dagang dan/atau memiliki beberapa sinonim di seluruh dunia, seperti:

  • Actimoxi[37]
  • Alphamox
  • Almox
  • Amimox
  • AMOXIZIF
  • Amocla
  • AMK
  • Amoksiklav
  • Amorion
  • Amoxibactin (untuk hewan)
  • Amoxibos
  • Amoxiclav
  • Amoxidal
  • Amoxil
  • Amoxin[38]
  • Amoxibiotic[39]
  • Amoxicilina
  • Amoxidal
  • Amoxoral (animal use)
  • Apo-Amoxy
  • Arsogil[40]
  • Augmentin
  • Bactox
  • Bioxidona[41]
  • Cilamox
  • Clamoxyl
  • Clavamox
  • Clonamox
  • Curam
  • Dedoxil
  • Dispermox
  • Duomox
  • Defender[42]
  • E-Mox[43]
  • Enhancin
  • Ezymox[44]
  • Gimalxina
  • Geramox
  • Hiconcil
  • Himox
  • Isimoxin[45]
  • Klavax
  • Klavocin
  • Klavox
  • Lamoxy
  • Largopen
  • MOX
  • Moxatag
  • Moxiclav Duo[46]
  • Moxikem
  • Moxilen
  • Moxypen
  • Moxyvit
  • Nobactam
  • Novamoxin
  • Optamox
  • Ospamox
  • Pamoxicillin
  • Panklav
  • Pinamox
  • Penamox
  • Polymox
  • Senox[47]
  • Sinacilin
  • Skymox[48]
  • Spektramox
  • Starmox[49]
  • Trimox
  • Tolodina[50]
  • Tormoxin
  • Tyclav[51]
  • Unimox
  • Vidamox
  • Wedemox
  • Wymox
  • Yucla
  • remox
  • Zerrsox
  • Zimox
  • Zoxicillin[52]

Nama tanpa rujukan yang spesifik dirujuk dari situs drugs.com.[53]

Catatan

Bacaan lebih lanjut

  • British National Formulary 45 Maret 2003

Pranala luar

Referensi

  1. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  2. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  3. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  4. M Gillies. Common harms from amoxicillin: a systematic review and meta-analysis of randomized placebo-controlled trials for any indication. CMAJ : Canadian Medical Association [Journal de l'Association medicale canadienne]. 17 November 2014. Vol. 187. hlm. E21-31. doi:10.1503/cmaj.140848.
  5. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  6. Jiben Roy. An introduction to pharmaceutical sciences production, chemistry, techniques and technology. Woodhead Pub. 2012. hlm. 239. ISBN 9781908818041.
  7. 19th WHO Model List of Essential Medicines. World Health Organization. April 2015.
  8. Deirdre Kelly. Diseases of the liver and biliary system in children. Wiley-Blackwell. 2008. hlm. 217. ISBN 9781444300543.
  9. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  10. Amoxicillin. International Drug Price Indicator Guide.
  11. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  12. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  13. American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology. Five Things Physicians and Patients Should Question. Choosing Wisely: an initiative of the ABIM Foundation. American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology.
  14. Ahovuo-Saloranta, A.; Rautakorpi, U. M.; Borisenko, O. V.; Liira, H.; Williams Jr, J. W.; Mäkelä, M. (2014).
  15. Pneumonia - National Library of Medicine - PubMed Health.
  16. Revised WHO Classification and Treatment of Pneumonia in Children at Health Facilities - NCBI Bookshelf.
  17. Adolescent Acne: Management.
  18. Amoxicillin and Acne Vulgaris. scienceofacne.com. 2012-09-05.
  19. Guideline: Managing Possible Serious Bacterial Infection in Young Infants When Referral Is Not Feasible - NCBI Bookshelf.
  20. Amoxicillin. The American Society of Health-System Pharmacists.
  21. CG64 Prophylaxis against infective endocarditis: Full guidance. NICE.
  22. MH Thornhill. Impact of the NICE guideline recommending cessation of antibiotic prophylaxis for prevention of infective endocarditis: before and after study. BMJ (Clinical research ed.). 2011-05-03. Vol. 342. hlm. d2392. doi:10.1136/bmj.d2392.
  23. Amoxicillin Susceptibility and Resistance Data.
  24. Amoxicillin spectrum of bacterial susceptibility and Resistance.
  25. Cundiff j. Amoxicillin-clavulanic acid-induced hepatitis. Am. J. Otolaryngol. 2007. Vol. 28 (1). hlm. 28–30. doi:10.1016/j.amjoto.2006.06.007.
  26. R. Baselt. Disposition of Toxic Drugs and Chemicals in Man. Biomedical Publications. 2008. hlm. 81–83.
  27. Pichichero ME. A review of evidence supporting the American Academy of Pediatrics recommendation for prescribing cephalosporin antibiotics for penicillin-allergic patients. Pediatrics. April 2005. Vol. 115 (4). hlm. 1048–57. doi:10.1542/peds.2004-1276.
  28. Schmitt, Barton D. Your child's health: the parents' one-stop reference guide to symptoms, emergencies, common illnesses, behavior problems, healthy development. Bantam Books. 2005. ISBN 0-553-38369-8.
  29. B Kagan. Ampicillin rash. Western Journal of Medicine. 1977. Vol. 126 (4). hlm. 333–335.
  30. British National Formulary 57 March 2009
  31. I. Edward Alcamo. Microbes and Society: An Introduction to Microbiology. Jones & Bartlett Learning. 2003. hlm. 198. ISBN 9780763714307.
  32. AM Geddes. Introduction: historical perspective and development of amoxicillin/clavulanate. Int J Antimicrob Agents. Dec 2007. Vol. 30 (Suppl 2). hlm. S109–12. doi:10.1016/j.ijantimicag.2007.07.015.
  33. E Raviña. The Evolution of Drug Discovery. Wiley-VCH. 2014. hlm. 262. ISBN 9783527326693.
  34. A Bruggink. Synthesis of β-lactam antibiotics. Springer. 2001. hlm. 17. ISBN 0-7923-7060-0.
  35. E Raviña. The Evolution of Drug Discovery. Wiley-VCH. 2014. hlm. 262. ISBN 9783527326693.
  36. Mohammad Farazuddin. Amoxicillin-bearing microparticles: potential in the treatment of Listeria monocytogenes infection in Swiss albino mice. Bioscience Reports. 2011. Vol. 31 (4). hlm. 265–72. doi:10.1042/BSR20100027.
  37. Catalog.md: Actimoxi Linked 2013-12-09
  38. Amoxin Linked 2014-07-23
  39. Catalog.md: Amoxibiotic Linked 2013-12-09
  40. Aversi (Georgia): Arsogil Linked 2013-12-09
  41. Catalog.md: Bioxidona Linked 2013-12-09
  42. DrugsUpdate India: Defender from Sac Pharma Linked 2013-12-09
  43. Eipico (Egypt): E-Mox Linked 2013-12-09
  44. DrugsUpdate India: Ezymox from Sac Pharma Linked 2013-12-09
  45. Catalog.md: Isimoxin Linked 2013-12-09
  46. Moxiclav Duo 500/125.
  47. BioPortal: Senox Linked 2013-12-09
  48. PalMediNet: Skymox Linked 2013-12-09
  49. Sarthak Biotech India: Starmox Linked 2013-12-09
  50. Catalog.md: Tolodina Linked 2013-12-09
  51. Beximco Pharma, Bangladesh: Tyclav Linked 2013-12-09
  52. PakMediNet (Pakistan): Zoxicillin Linked 2013-12-09
  53. Drugs.com: Amoxicillin Linked 2013-12-09

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29079393 (2026-03-28T11:07:31Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.