Lompat ke isi

Antibisa ular

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Antibisa ular adalah obat yang terbuat dari antibodi yang digunakan untuk mengobati gigitan ular berbisa. Obat ini merupakan jenis antibisa.

Ini adalah produk biologis yang biasanya terdiri dari antibodi penetral racun yang berasal dari hewan inang, seperti kuda atau domba. Hewan inang diimunisasi secara berlebihan terhadap satu atau lebih racun ular, suatu proses yang menciptakan respons imunologi yang menghasilkan sejumlah besar antibodi penetral terhadap berbagai komponen (toksin) racun. Antibodi tersebut kemudian dikumpulkan dari hewan inang, dan selanjutnya diproses menjadi antiracun ular untuk pengobatan envenomasi.

Obat ini ada dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.

Produksi

Antibisa biasanya diproduksi menggunakan hewan donor seperti kuda atau domba. Hewan donor diimunisasi secara berlebihan dengan dosis tidak mematikan dari satu atau lebih bisa untuk menghasilkan respons antibodi penetral. Kemudian pada interval tertentu, darah dari hewan donor dikumpulkan, dan antibodi penetral dimurnikan dari darah untuk menghasilkan antibisa.

Keluarga ular berbisa

Lebih dari 600 spesies ular diketahui berbisa, yakni sekitar seperempat dari semua spesies ular. Tabel berikut mencantumkan beberapa spesies utama.


Klasifikasi

Monovalen vs. polivalen

Antibisa ular dapat diklasifikasikan berdasarkan antigen (bisa) yang digunakan dalam proses produksi. Jika bisa yang bersifat hiperimunisasi diperoleh dari satu spesies, maka dianggap sebagai antibisa monovalen. Jika antibisa tersebut mengandung antibodi penetral yang dikembangkan terhadap dua spesies ular atau lebih, maka komposisinya dianggap polivalen.

Komposisi antibodi

Komposisi antibisa dapat diklasifikasikan sebagai imunoglobulin G (IgG) utuh, atau fragmen IgG. Produk antibodi utuh terdiri dari seluruh molekul antibodi, sering kali IgG, sedangkan fragmen antibodi diperoleh dengan mencerna seluruh IgG menjadi Fab (pengikatan monomerik) atau F(ab')2 (pengikatan dimerik). Daerah pengikatan antigen fragmen atau Fab adalah daerah pengikatan antigen selektif. Antibodi seperti IgG dapat dicerna oleh papain untuk menghasilkan tiga fragmen: dua fragmen Fab dan satu fragmen Fc. Antibodi juga dapat dicerna oleh pepsin untuk menghasilkan dua fragmen: fragmen F(ab')2 dan fragmen pFc'. Pengikatan antigen fragmen (fragmen Fab) adalah wilayah pada antibodi yang mengikat antigen, seperti racun. Ukuran molekul Fab sekitar 50kDa, membuatnya lebih kecil dari F(ab')2 yang sekitar 110kDa. Perbedaan ukuran ini sangat memengaruhi distribusi jaringan dan laju eliminasi.

Sifat netralisasi silang

Antibisa juga mungkin memiliki beberapa perlindungan silang terhadap berbagai macam bisa dari ular dalam keluarga atau genus yang sama. Misalnya, Antivipmyn (Instituto Bioclon) dibuat dari bisa Crotalus durissus dan Bothrops asper. Antivipmyn telah terbukti menetralkan silang bisa dari semua ular berbisa Amerika Utara. Netralisasi silang memberi produsen antibisa kemampuan untuk melakukan hiperimunisasi dengan jenis bisa yang lebih sedikit untuk menghasilkan antibisa yang sesuai secara geografis.

Ketersediaan

Produsen pembuat antibisa ular rumit untuk memproduksinya. Jika dibandingkan dengan keuntungan (terutama untuk dijual di daerah miskin), hasilnya adalah banyak antibisa ular di seluruh dunia yang harganya sangat mahal. Ketersediaan, dari satu daerah ke daerah lain, juga bervariasi.

Kekurangan antibisa untuk ular karang Dunia Baru

Stok antibisa ular karang Amerika yang ada secara teknis telah kedaluwarsa pada tahun 2008, tetapi Badan Pengawas Obat dan Makanan AS telah memperpanjang tanggal kedaluwarsa setiap tahun hingga setidaknya 30 April 2017.

Produsen farmasi asing telah memproduksi antibisa ular karang Amerika lainnya, tetapi biaya lisensi di Amerika Serikat telah menghambat ketersediaannya. Instituto Bioclon sedang mengembangkan antibisa ular karang Amerika. Pada tahun 2013, Pfizer dilaporkan tengah mengerjakan antibisa baru tetapi belum mengumumkan kapan akan tersedia. Pada tahun 2016, institut Imunokimia, Farmakologi, dan Respons Darurat (VIPER) dari Fakultas Kedokteran Universitas Arizona mendaftarkan peserta dalam uji klinis INA2013, sebuah "antibisa baru," menurut Pusat Informasi Racun Florida.

Jenis antibisa ular

Referensi

Bacaan lebih lanjut


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28893837 (2026-01-26T06:30:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.