Lompat ke isi

Asam bongkrek

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Bongkrekic acid

Asam bongkrek[1] adalah toksin pernapasan yang diproduksi dalam fermentasi kelapa atau jagung yang terkontaminasi oleh bakteri Burkholderia gladioli strain cocovenenans.[2][3][4]

Asam ini dapat terbentuk dalam proses fermentasi bungkil kelapa yang terkontaminasi bakteri Burkholderia gladioli pathovar cocovenenans dalam pembuatan tempe bongkrek. Disebabkan alasan pengendalian keamanan, pembuatan tempe bongkrek sekarang dilarang di Indonesia, meskipun sejumlah daerah di Jawa orang masih membuatnya secara sembunyi-sembunyi. Kasus kematian karena asam bongkrek masih terus dilaporkan setiap tahun .

Racun ini mengganggu mekanisme kerja enzim yang memindahkan ATP dan ADP. Memotong prosesnya sehingga ATP tidak bisa meninggalkan mitokondria dan sel akan mati karena kekurangan energi. Orang yang keracunan asam bongkrek akan merasa tercekik lalu dari mulutnya akan keluar busa.

Referensi

  1. R. A. Garcia. The Effect of Lipids on Bongkrekic (Bongkrek) Acid Toxin Production by Burkholderia cocovenenans in Coconut Media. Food Additives and Contaminants. 1999. Vol. 16 (2). hlm. 63–69. doi:10.1080/026520399284217.
  2. P. J. F. Henderson. Bongkrekic Acid: An Inhibitor of Adenine Nucleotide Translocase of Mitochondria. Journal of Biological Chemistry. 1970. Vol. 245 (6). hlm. 1319–1326. doi:10.1016/S0021-9258(18)63238-7.
  3. J. De Bruijn. Structure of Bongkrekic Acid. Tetrahedron. 1973. Vol. 29 (11). hlm. 1541–1547. doi:10.1016/S0040-4020(01)83395-0.
  4. Mehruba Anwar. Bongkrekic Acid—a Review of a Lesser-Known Mitochondrial Toxin. Journal of Medical Toxicology. June 2017. Vol. 13 (2). hlm. 173–179. doi:10.1007/s13181-016-0577-1.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26792348 (2025-01-14T14:03:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.