Lompat ke isi

Asam fenilasetat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Berkas:Phenylacetic acid molecule ball.png
Ball-and-stick model of phenylacetic acid
Asam fenilasetat
Nama
Nama lainPhenylacetic acidAsam fenilasetat
Nama IUPAC
Phenylethanoic acidAsam feniletanoat
Penanda
Nomor CAS
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.002.862
UNII

InChI

  • InChI=1S/C8H8O2/c9-8(10)6-7-4-2-1-3-5-7/h1-5H,6H2,(H,9,10) YKey: WLJVXDMOQOGPHL-UHFFFAOYSA-N Y
  • InChI=1/C8H8O2/c9-8(10)6-7-4-2-1-3-5-7/h1-5H,6H2,(H,9,10)Key: WLJVXDMOQOGPHL-UHFFFAOYAR

SMILES

  • O=C(O)Cc1ccccc1
Sifat
Rumus kimia C8H8O2
Massa molar 136.15 g/mol
Massa jenis 1.0809 g/cm3
Titik lebur 76 to 77 °C (169 to 171 °F; 349 to 350 K)
Titik didih 265.5 °C (509.9 °F; 538.6 K)
Kelarutan dalam air 15 g/L
Tetapan disosiasi asam (pKa) 4.31[1]
Suseptibilitas magnetik (χ) -82.72·10−6 cm3/mol
Bahaya
Safety data sheet External MSDS
Senyawa terkait
Senyawa terkait Asam benzoat, Asam fenilpropanoat, Asam sinamat
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
verify (what is YN ?)
Infobox references

Asam fenilasetat (PAA) (fenilasetat sebagai basa konjugatnya), juga dikenal dengan berbagai sinonim, adalah senyawa organik yang mengandung gugus fungsional fenil dan gugus fungsional asam karboksilat. Asam ini berbentuk padatan putih dengan bau tajam seperti aroma madu. Secara endogen, ia adalah katabolit dari fenilalanin. Sebagai bahan kimia komersial, karena dapat digunakan dalam produksi terlarang fenilaseton (digunakan dalam pembuatan amfetamina tersubstitusi), ia harus tunduk pada kendali negara termasuk Amerika Serikat dan China.[2]

Penamaan

Sinonim termasuk asam α-toluat, asam benzenaasetat, asam alfa-tolilat, asam 2-fenilasetat, dan asam β-fenilasetat.

Keberadaan

Asam fenilasetat telah ditemukan sebagai auksin aktif (suatu jenis hormon tumbuhan),[3] terutama ditemukan dalam buah-buahan. Namun, efeknya jauh lebih lemah daripada efek molekul dasar auksin asam indola-3-asetat. Selain itu molekul ini diproduksi secara alami oleh kelenjar metapleural pada sebagian besar spesies semut dan digunakan sebagai antimikroba. Ia juga merupakan produk oksidasi dari fenetilamina pada manusia diikuti dengan metabolisme oleh monoamina oksidase dan metabolisme lanjutan produk antaranya, fenilasetaldehida, oleh enzim aldehida dehidrogenase; enzim-enzim ini juga ditemukan pada banyak organisme lain.

Pembuatan

Senyawa ini dapat dibuat melalui hidrolisis benzil sianida:[4][5]

Aplikasi

Asam fenilasetat ini digunakan sebagai parfum, karena memiliki bau seperti madu meskipun pada konsentrasi rendah. Ini juga digunakan dalam produksi penisilin G dan produksi diklofenak. Senyawa ini juga digunakan untuk mengobati hiperamonemia tipe II untuk membantu mengurangi jumlah amonia dalam aliran darah pasien dengan membentuk fenilasetil-CoA, yang kemudian bereaksi dengan nitrogen yang kaya akan glutamin untuk membentuk fenilasetilglutamina. Senyawa ini kemudian diekskresikan dari tubuh pasien. Asam ini juga digunakan dalam produksi terlarang fenilaseton, yang digunakan dalam pembuatan metamfetamina.

Asam fenilasetat digunakan dalam pembuatan beberapa obat-obatan farmasi termasuk kamilofin, bendazol, triafungin, fenasemida, lorkainida, fenindion, dan siklopentolat.

Lihat juga

Referensi

  1. Dippy, J. F. J.; Hughes, S. R. C.; Rozanski, A. (1959). "The dissociation constants of some symmetrically disubstituted succinic acids". Journal of the Chemical Society. 1959: 2492–2498. doi:10.1039/JR9590002492.
  2. List of Regulated Drug Precursor Chemicals in China.
  3. Wightman, F. Identification of phenylacetic acid as a natural auxin in the shoots of higher plants. Physiologia Plantarum. 1982. Vol. 55 (1). hlm. 17–24. doi:10.1111/j.1399-3054.1982.tb00278.x.
  4. CS1 maint: Multiple names: authors list (link)
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28597007 (2025-11-22T01:49:42Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.