Lompat ke isi

Asupan harian berterima

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Asupan harian berterima (Bahasa Inggris: acceptable Daily Intake, disingkat ADI) adalah ukuran jumlah zat tertentu (awalnya diterapkan untuk bahan tambahan makanan, kemudian juga untuk residu obat hewan atau pestisida) dalam makanan atau air minum yang dapat dikonsumsi (secara oral) setiap hari sepanjang hidup tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berarti. Nilai ADI biasanya dinyatakan dalam miligram zat tersebut per kilogram berat badan per hari.

Sejarah

Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1961 oleh Majelis Eropa dan kemudian oleh Komite Ahli Gabungan FAO/WHO untuk Bahan Tambahan Pangan (JECFA), sebuah komite yang dikelola oleh dua badan Perserikatan Bangsa-Bangsa: Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Konsep

Nilai ADI didasarkan pada penelitian terkini, yang mencakup studi jangka panjang pada hewan dan pengamatan terhadap manusia. Pertama, ditentukan nilai no-observed-adverse-effect level (NOAEL)—yaitu tingkat paparan zat yang tidak menunjukkan efek merugikan atau toksik. Biasanya studi dilakukan dengan menggunakan beberapa tingkat dosis, termasuk dosis tinggi. Jika terdapat beberapa studi mengenai efek yang berbeda, nilai NOAEL terendah yang biasanya digunakan. Selanjutnya, nilai NOAEL (atau titik acuan lain seperti benchmark dose level atau BMDL) dibagi dengan faktor keamanan—yang secara konvensional bernilai 100—untuk memperhitungkan perbedaan antara hewan uji dengan manusia (faktor 10) serta kemungkinan perbedaan tingkat kepekaan antarmanusia (faktor 10 lainnya). Faktor keamanan selain 100 dapat digunakan jika informasi mengenai ketidakpastian nilai titik acuan (NOAEL atau BMDL) membenarkannya. Sebagai contoh, jika ADI didasarkan pada data manusia, faktor keamanan yang digunakan biasanya adalah 10, bukan 100. Nilai ADI umumnya dinyatakan dalam satuan mg per kg berat badan.

ADI dianggap sebagai tingkat asupan yang aman bagi orang dewasa sehat dengan berat badan normal yang mengkonsumsi zat tersebut dalam jumlah rata-rata harian. Peningkatan faktor keamanan bagi bayi telah dibahas namun dianggap tidak diperlukan, karena pada kenyataannya eliminasi bahan kimia sering kali lebih cepat terjadi pada anak-anak. Selain itu, karena anak-anak umumnya memiliki tingkat kesakitan yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, efek samping akibat bahan tambahan makanan dapat dengan mudah tersamarkan oleh berbagai gangguan kesehatan yang lazim dialami anak-anak. Akan jauh lebih sulit untuk mempertahankan argumen serupa jika melibatkan orang dewasa yang sehat. ADI tidak memperhitungkan reaksi alergi, yang merupakan respons individual dan bukan fenomena yang bergantung pada dosis.

Semakin tinggi nilai ADI, semakin besar jumlah senyawa yang aman untuk dikonsumsi secara rutin. Konsep "asupan harian yang dapat ditoleransi" sering digunakan untuk kontaminan yang tidak diinginkan atau bahan kimia lainnya.

Konsep ADI dapat dipahami sebagai ukuran untuk menunjukkan toksisitas akibat paparan jangka panjang dari konsumsi berulang senyawa kimia dalam pangan (baik yang terkandung secara alami maupun yang ditambahkan), berbeda dengan toksisitas akut.

Threshold limit value (TLV) atau nilai ambang batas suatu zat kimia adalah tingkat paparan yang diyakini aman bagi pekerja untuk terpapar secara terus-menerus sepanjang masa kerja mereka tanpa menimbulkan efek samping.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29689610 (2026-09-02T14:31:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.