Lompat ke isi

Aturan sistem tenaga listrik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Sebuah aturan sistem tenaga listrik adalah serangkaian spesifikasi teknis yang harus dicapai oleh semua fasilitas yang terhubung ke sistem tenaga listrik, untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan keekonomian dari sistem. Fasilitas-fasilitas tersebut dapat berupa pembangkit listrik, pelanggan, maupun sistem tenaga listrik lain.[1] Aturan ini dibuat oleh sebuah otoritas yang bertanggung jawab atas integritas dan operasi sistem. Penyusunan aturan ini biasanya melibatkan operator sistem (distribusi maupun transmisi), perwakilan pengguna, dan pada beberapa negara, juga melibatkan instansi pemerintah terkait.[2]

Konten aturan dapat bervariasi, tergantung pada kemampuan sistem transmisi. Biasanya, aturan ini juga menjelaskan tindakan yang wajib dilakukan oleh pembangkit saat terjadi gangguan sistem, seperti pengaturan tegangan listrik, batasan faktor daya listrik, pasokan daya reaktif, kegagalan sistem (seperti hubungan pendek), dan perubahan frekuensi.

Tidak ada aturan yang sama persis, karena tiap negara memiliki aturannya masing-masing. Bahkan di Amerika Utara, tidak ada aturan yang berlaku untuk keseluruhan wilayah.[3]

Pembangkit listrik swasta

Semua pembangkit, termasuk pembangkit listrik swasta, seperti pembangkit listrik tenaga surya[4] atau ladang angin[5] harus mematuhi aturan ini juga.[6]

Kategorisasi

Spesifikasi yang tercantum dalam aturan dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni statis dan dinamis.[7]

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22533549 (2023-01-01T13:10:36Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.