Autotisis
Autotisis (dari bahasa Yunani autos- αὐτός "diri" dan thysia θυσία "pengorbanan") adalah suatu proses ketika seekor hewan menghancurkan dirinya sendiri lewat proses peledakan organ internal yang memecah kulit. Istilah ini dicetuskan oleh Ulrich Maschwitz dan Eleonore Maschwitz pada tahun 1974 untuk mendeskripsikan mekansime pertahanan salah satu spesies semut yang bernama Camponotus saundersi. Autotisis dipicu oleh kontraksi otot di sekitar kelenjar besar yang mengakibatkan pecahnya dinding kelenjar. Beberapa rayap (seperti rayap Globitermes sulphureus) mengeluarkan cairan lengket dengan memecahkan kelenjar di dekat kulit leher mereka, sehingga menghasilkan semacam getah sebagai pertahanan dari semut.
Catatan kaki
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 17895234 (2021-01-29T10:55:18Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.