Bank Sampah Banjarnegara
Bank Sampah Banjarnegara (BSB) adalah lembaga pengelola sampah berbasis masyarakat yang berperan aktif dalam mengolah sampah menjadi bahan baku daur ulang. Sumber sampah berasal dari ruang publik, kantor pemerintahan, sekolah, pusat perbelanjaan, hingga pabrik, dengan tujuan mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Bank Sampah Banjarnegara berlokasi di Jl. Karangjambe, RT.02 RW.02, Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Sebagai pionir dalam pengelolaan sampah terpadu di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, BSB berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan tata kelola lingkungan yang berdaya guna dan berkelanjutan.[1]
Program ini digagas Budi Trisno Aji, pendiri BSB, bersama tim pengolahan yang terdiri dari tujuh orang. Mereka menggunakan mesin pirolisis untuk mengubah plastik jenis PP, HDPE, dan PE menjadi bahan bakar melalui proses destilasi dan pemurnian. Plastik jenis PET dan PVC yang tidak bisa diolah tetap dipilah untuk penanganan lain.[2]
Pengelolaan sampah menjadi petasol[3]
Bank Sampah Banjarnegara (BSB) mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar Petasol setara bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Pengembangan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi Petasol melalui mesin fast pyrolysis (FASPOL). Petasol dinilai memiliki nilai CN atau Cethane Number lebih tinggi dari Pertamina Dex atau Solar. Jika angka CN Solar sebesar 51, maka angka CN Petasol berdasar hasil analisis Sucofindo sebesar 54.
Petasol merupakan BBM berbasis sampah plastik yang dapat digunakan untuk mesin diesel dan mendukung operasional mesin pertanian di kawasan pertanian Banjarnegara. Petasol yang dihasilkan dari proses pengelolaan sampah plastik sehari-harinya digunakan untuk membantu petani/nelayan yang membutuhkan bahan bakar. Lebih dari 52 mitra telah mereplikasi teknologi FASPOL, termasuk dari daerah di luar Pulau Jawa.
Keberlanjutan[4]
Bank Sampah Banjarnegara (BSB) bekerjasama dengan Baperlitbang Kabupaten Banjarnegara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna mengembangkan Petasol. Bahan bakar Petasol dihasilkan melalui proses pirolisis dan telah diuji, serta memenuhi standar kualitas bahan bakar setara minyak solar. Penggunaan teknologi Fast Pyrolysis (FASPOL), yang terbukti efektif mengubah sampah plastik menjadi energi terbarukan. Keberhasilan teknologi ini tidak hanya berkontribusi dalam mengatasi masalah sampah plastik, tetapi juga membuka peluang baru bagi penyediaan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penggunaa Petasol memiliki dampak terhadap lingkungan yang lebih bersih, warga lebih berdaya, dan tersedianya energi alternatif. Dengan pencapaian ini, Bank Sampah Banjarnegara kini sedang merencanakan langkah industrialisasi untuk memperluas implementasi teknologi FASPOL. Teknologi ini telah memasuki tahap komersialisasi dan terdaftar di e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), membuka peluang untuk replikasi di wilayah lain dan pengembangan lebih lanjut.
Referensi
- ↑ Bank Sampah Induk Banjarnegara. www.banksampahindukbna.com.
- ↑ Bank Sampah Banjarnegara Ubah Plastik Jadi Energi Bersih - MINAKONEWS. 2025-09-16.
- ↑ Redaksi Fajar Online. Inovasi Bank Sampah Banjarnegara, Ubah Sampah Plastik Jadi Petasol, Bahan Bakar Setara Solar. FAJAR. 2025-06-27.
- ↑ InfoPublik - BRIN dan Bank Sampah Banjarnegara Ubah Sampah Plastik Jadi Energi Berkelanjutan.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28638447 (2025-11-28T16:37:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.