Lompat ke isi

Barium oksida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
NaCl polyhedra

Barium hidroksida (BaO) adalah senyawa higroskopik putih yang tidak mudah terbakar. Senyawa ini memiliki struktur kubik. Senyawa ini digunakan di dalam tabung sinar katode. Barium hidroksida dapat membahayakan kulit, dan jika ditelan dalam jumlah yang besar dapat mengakibatkan iritasi. Jika ditelan dalam jumlah yang terlalu besar juga dapat mengakibatkan kematian.

Pembuatan

Barium oksida dibuat dengan memanaskan barium karbonat. Senyawa ini juga dapat dibuat dengan mendekomposisi barium nitrat.[1] Senyawa ini sering kali terbentuk dari proses dekomposisi garam barium lainnya.[2]

2Ba + O2 → 2BaO
BaCO3 → BaO + CO2

Keamanan

Barium oksida dapat mengakibatkan iritasi. Jika bersentuhan dengan kulit atau mata juga dapat menyebabkan rasa sakit dan menimbulkan warna merah. Namun, bahan ini lebih berbahaya lagi jika ditelan. Senyawa ini dapat mengakibatkan mual, diare, lumpuh otot, aritmia kardiak, dan dapat mengakibatkan kematian.

Barium oksida sebaiknya tidak dibuang ke alam karena dapat mengancam organisme di air.[3]

Pranala luar

Referensi

  1. Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002,
  2. Compounds of barium: barium (II) oxide. Web Elements. The University of Sheffield. 2007-01-26.
  3. Barium Oxide (ICSC). IPCS. October 1999.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24979491 (2023-12-10T15:31:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.