Lompat ke isi

Bedakuilin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Bedakuilin atau yang biasa dipasarkan dengan nama Sirturo adalah obat antibiotik yang digunakan dalam pengobatan penyakit tuberkulosis (TB), khususnya tuberkulosis resistan obat (TB-MDR). Obat ini adalah obat anti-TB pertama yang diakui sejak tahun 1998 dan obat anti-TB pertama serta obat pertama yang diperkenalkan untuk pengobatan TB-MDR bersama dengan obat lainnya. Bedakuilin termasuk dalam salah satu Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.

Penggunaan

Bedakuilin bekerja sebagai pemblok pompa proton dalam proses sintetis ATP bakteri jenis mikobakteria. Sintetis ATP diperlukan sebagai pembentukan energi bakteri untuk perkembangan bakteri tersebut. Sementara untuk pembunuhan bakteri, bedakuilin baru dapat bekerja setelah beberapa hari pengobatan. Hal itu menjadikan tuberkulosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis menjadikan bedakuilin sebagai salah satu pilihan obat dalam pengobatannya.

Untuk kasus tuberkulosis resistan obat dimana tuberkulosis tersebut resistan terhadap obat-obat lainnya yang umum digunakan dalam pengobatan tuberkulosis (karena pada umumnya obat tuberkulosis memberikan efek samping resistansi), bedakuilin dianggap efektif menjadi alternatif pengobatan tersebut. Bedakuilin juga digunakan bersama dengan pretomanid dan linezolid untuk terapi pengobatan tuberkulosis multiresistansi obat (TB-MDR) dan tuberkulosis resistan obat ekstensif (TB-XDR).

Beberapa penelitian dilakukan untuk mencoba menggunakan bedakuilin sebagai obat pengobatan penyakit yang disebabkan bakteri mikobakterium lainnya (selain Mycobacterium tuberculosis), namun masih belum ada hasil signifikan yang dilaporkan.

Penggunaan obat bedakuilin adalah melalui obat oral (melalui mulut).

Efek samping

Efek samping paling umum yang terjadi pada pengonsumsi bedakuilin adalah rasa mual yang terjadi pada sekitar 30% pasien, nyeri sendi pada sekitar 26% pasien, rasa pusing pada sekitar 22% pasien, batuk berdarah pada sekitar 14% pasien, nyeri di bagian dada pada sekitar 9% pasien, anoreksia pada 7% pasien, dan ruam-ruam pada kulit pada 6% pasien. Efek samping lain yang lebih parah tetapi tidak umum meliputi tuli permanen, mual-mual parah, dan gangguan kejiwaan.

Berdasarkan penelitian, dalam pengobatan tuberkulosis multiresistansi obat, penggunaan bedakuilin juga meningkatkan tingkat kematian pasien.

Interaksi obat

Setidaknya diketahui terdapat 487 obat yang memiliki interaksi dengan bedakuilin, dengan 205 interaksi besar, 279 interaksi menengah, dan 3 interaksi kecil. Bedakuilin tidak boleh dikombinasikan dengan obat yang termasuk dalam jenis penginduksi kuat atau inhibitor CYP3A4 karena dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan seperti penyimpangan area di bawah kurva (AUC) pada konsentrasi obat di plasma darah berdasarkan waktu.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28473899 (2025-11-14T04:01:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.