Lompat ke isi

Besi galvanis bergelombang

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Berkas:Ju52 100831.jpg
Besi galvanis bergelombang

Besi galvanis bergelombang adalah bahan bangunan yang terdiri dari lembaran baja ringan galvanis celup panas , digulung dingin untuk menghasilkan pola bergaris linier di dalamnya. Ciri-ciri besi galvanis bergelombang antara lain permukaannya bergelombang, berwarna mengkilap keperakan, ringan tetapi kuat, tahan terhadap karat, dan mudah dipotong serta dipasang. Gelombang pada permukaannya berfungsi untuk meningkatkan kekakuan struktur dan daya tahan terhadap tekanan. Kegunaan besi galvanis bergelombang meliputi atap rumah, dinding bangunan, pagar, gudang, kandang ternak, dan pelapis luar bangunan. Material ini cocok digunakan di berbagai lingkungan karena tahan terhadap cuaca ekstrem dan memiliki umur pakai yang panjang.[1]

Sejarah

Besi galvanis bergelombang adalah salah satu material bangunan yang sangat umum digunakan, terutama untuk atap dan dinding. Berikut sejarahnya secara ringkas tetapi terperinci:[2]

  • Awal penemuan galvanisasi. Nama "galvanis" Berasal dari Luigi Galvani, ilmuwan Italia abad ke-18 yang meneliti listrik dan reaksi kimia pada logam. Namun, proses galvanisasi (pelapisan logam dengan seng/zinc) pertama kali dikembangkan pada abad ke -19.
  • Penemuan galvanisasi panas. Pada 1836, Stainlas Coral mematenkan metode "hot dip galvanizing", yaitu mencelupkan besi ke dalam seng cair untuk mencegah karat. Proses ini melindungi logam dasar dari oksidasi dan korosi.
  • Lahirnya besi bergelombang. Pada tahun 1820-1830 an, Henry Robison Palmer merancang besi bergelombang. Tujuannya adalah memperkuat lembaran logam tanpa menambah banyak berat. Lembaran besi ini dicetak dengan pola gelombang agar menjadi lebih kuat dan kaku, cocok untuk atap dan dinding.
  • Kombinasi galvanisasi dan besi bergelombang. Setelah metode galvanisasi ditemukan, besi bergelombang kemudian dilapisi seng untuk meningkatkan ketahanannya terhadap cuaca dan karat. Hasilnya adalah besi galvanis bergelombang yang ringan, kuat, dan tahan lama — sangat ideal untuk bangunan industri, pertanian, dan rumah tinggal.
  • Penyebaran global. Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, besi galvanis bergelombang digunakan secara luas oleh kerajaan Inggris dalam proyek kolonial, termasuk di Asia, Afrika dan Pasifik. Material ini cepat menjadi pilihan utama di daerah tropis karena tahan panas dan hujan.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29591154 (2026-08-17T05:33:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.