Bilangan ajaib (kimia)

Konsep bilangan ajaib dalam bidang kimia mengacu pada suatu sifat tertentu (misalnya kestabilan) yang hanya dimiliki oleh struktur-struktur tertentu di antara suatu distribusi struktur. Konsep ini pertama kali dikenali melalui pengamatan intensitas sinyal spektrometri massa dari ion gugus gas langka.[1] Selanjutnya, fenomena yang sama juga diamati pada gugus natrium.[2][3]
Ketika suatu gas mengalami kondensasi menjadi gugus atom, jumlah atom dalam gugus yang paling mungkin terbentuk dapat bervariasi dari beberapa atom hingga ratusan atom. Namun, pada ukuran gugus tertentu muncul puncak-puncak yang menyimpang dari distribusi statistik murni. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa gugus dengan jumlah atom tertentu tersebut lebih mendominasi karena memiliki kestabilan yang luar biasa.
Salah satu contoh yang paling dikenal dari kondensasi atom semacam ini adalah kelompok fulerena C60 , C70, dan C84, seperti yang ditunjukkan pada gambar di sebelah kanan.
Konsep ini juga berhasil diterapkan untuk menjelaskan kemunculan gugus emas berpelindung tiolat yang bersifat monodispersi. Dalam hal ini, kestabilan luar biasa dari gugus dengan ukuran tertentu berkaitan dengan konfigurasi elektronik masing-masing gugus.[4][5][6]
Istilah bilangan ajaib juga digunakan dalam bidang fisika nuklir. Dalam konteks ini, bilangan ajaib mengacu pada jumlah proton atau neutron tertentu yang membentuk kulit nukleon yang lengkap.[7]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Peter W. Stephens. Experimental Investigation of Small Helium Clusters: Magic Numbers and the Onset of Condensation. Physical Review Letters. 1983. Vol. 51 (17). hlm. 1538–1541. doi:10.1103/PhysRevLett.51.1538.
- ↑ W. D. Knight. Electronic Shell Structure and Abundances of Sodium Clusters. Physical Review Letters. 1984. Vol. 52 (24). hlm. 2141–2143. doi:10.1103/PhysRevLett.52.2141.
- ↑ Matthias Brack. Metal Clusters and Magic Numbers. Scientific American. 1997. Vol. 277 (6). hlm. 50–55. doi:10.1038/scientificamerican1297-50.
- ↑ Wataru Kurashige. Precise synthesis, functionalization and application of thiolate-protected gold clusters. Coordination Chemistry Reviews. Agustus 2016. Vol. 320-321. hlm. 238–250. doi:10.1016/j.ccr.2016.02.013.
- ↑ Yong Pei. Growth-Rule-Guided Structural Exploration of Thiolate-Protected Gold Nanoclusters. Accounts of Chemical Research. 15 Januari 2019. Vol. 52 (1). hlm. 23–33. doi:10.1021/acs.accounts.8b00385.
- ↑ Rongchao Jin. Quantum sized, thiolate-protected gold nanoclusters. Nanoscale. 2010. Vol. 2 (3). hlm. 343–362. doi:10.1039/B9NR00160C.
- ↑ The Complete Explanation of the Nuclear Magic Numbers Which Indicate the Filling of Nucleonic Shells and the Revelation of Special Numbers Indicating the Filling of Subshells Within Those Shells. www.sjsu.edu.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29488331 (2026-07-23T08:49:19Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.