Lompat ke isi

Cacing pita ikan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

adalah parasit penyebab infeksi usus.

Infeksi ini banyak ditemukan di Eropa (terutama Skandinavia), Jepang, Afrika, Amerika Selatan, Kanada dan Amerika (terutama Alaska dan daerah Great Lake). Infeksi sering terjadi akibat memakan ikan air tawar mentah atau dimasak belum matang betul.

Penyebab

Cacing pita dewasa dinamakan Diphyllobothrium latum.

Cacing dewasa memiliki beribu-ribu proglotid (bagian yang mengandung telur) dan panjangnya sampai 450–900 cm. Telurnya dikeluarkan dari proglotid di dalam usus dan dibuang melalui tinja. Telur akan mengeram dalam air tawar dan menghasilkan embrio, yang akan termakan oleh krustasea (binatang berkulit keras seperti udang, kepiting). Selanjutnya krustasea dimakan oleh ikan. Manusia terinfeksi bila memakan ikan air tawar terinfeksi yang mentah atau yang dimasak belum sampai matang.

Gejala

Infeksi biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun beberapa penderita mengalami gangguan usus yang ringan.

Kadang cacing pita menyebabkan anemia.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan ditemukannya telur cacing dalam tinja.

Pengobatan

Diberikan niklosamid atau prazikuantel per-oral (melalui mulut).

Pencegahan

Memasak ikan air tawar sampai betul-betul matang atau membekukannya sampai -10 °Celsius.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28668146 (2025-12-06T07:55:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.