Lompat ke isi

Coco Gauff

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Coco Gauff (cropped)

Cori Dionne "Coco" Gauff () adalah seorang pemain tenis profesional asal Amerika. Dia menduduki peringkat No. 4 dunia di sektor tunggal, dicapainya pada 24 Oktober 2022, dan No. 1 dunia pada kategori ganda, dicapai pada 15 Agustus 2022. Gauff memenangkan gelar tunggal Tur WTA pertamanya di Linz Terbuka 2019 saat berusia 15 tahun, menjadikannya pemegang gelar tunggal termuda di Tur tersebut sejak 2004. Dia telah memenangkan dua gelar tunggal Tur WTA dan enam gelar ganda – tiga bermitra dengan Caty McNally dan tiga dengan Jessica Pegula. Gauff menjadi terkenal setelah berhasil mengalahkan Venus Williams di babak pembukaan Wimbledon 2019.

Terlahir dari orang tua dengan latar belakang perguruan tinggi Divisi I NCAA dalam bola basket dan atletik, Gauff bereksperimen dengan berbagai olahraga saat masih kecil. Dia memilih tenis, terinspirasi oleh Williams bersaudara dan lebih memilih perseorangan. Gauff sukses saat masih junior, mendapatkan sponsor untuk berlatih di akademi Patrick Mouratoglou di Prancis.[1] Dia mulai bermain di ITF Junior Circuit pada usia 13 tahun dan menjadi runner-up di Amerika Serikat Terbuka 2017, dan merupakan finalis termuda dalam sejarah turnamen. Dia merebut peringkat pertama junior dunia setelah memenangkan gelar Prancis Terbuka 2018 mengalahkan McNally. Dia juga memenangkan gelar Grand Slam junior di AS Terbuka 2018, kali ini bermitra dengan McNally.

Gauff melakukan debut Tur WTAnya pada Maret 2019 di Miami Open dan memenangkan pertandingan pembukaannya. Dia menerima wildcard ke undian kualifikasi di Kejuaraan Wimbledon 2019, dan menjadi pemain termuda dalam sejarah yang lolos ke babak utama. Di sana dia mencapai babak keempat, dan setiap pertandingannya menjadi yang paling banyak ditonton sepanjang hari selama minggu pertama liputan televisi di Amerika Serikat. Belakangan, di musim panas itu saat masih berusia 15 tahun, dia mencapai babak ketiga Amerika Serikat Terbuka 2019. Pada tahun 2021, dia mencapai final besar pertamanya di nomor ganda putri di turnamen sama, lalu kembali mencapai final di Prancis Terbuka 2022.[2][3]

Statistik karier

Lini masa performa Grand Slam

Tunggal

Turnamen 2018 2019 2020 2021 2022 2023 %Kemenangan
Australia Terbuka A A 4R 2R 1R 4R 0 / 4 7–4
Prancis Terbuka A Q2 2R QF F QF 0 / 4 15–4
Wimbledon A 4R NH 4R 3R 1R 0 / 4 8–4
AS Terbuka Q1 3R 1R 2R QF W 1 / 5 14–4
Menang–kalah 0–0 5–2 4–3 9–4 12–4 14–3 1 / 17 44–16

Ganda

Turnamen 2019 2020 2021 2022 2023 %Kemenangan
Australia Terbuka A QF QF 1R SF 0 / 4 10–4
Prancis Terbuka 1R 3R 1R F SF 0 / 5 11–5
Wimbledon A NH 3R A 3R 0 / 2 4–2
AS Terbuka 3R 2R F 1R QF 0 / 5 8–4
Menang–kalah 2–2 6–3 10–4 5–3 10–3 0 / 15 33–15

Final Grand Slam

Tunggal: 2 (1 gelar, 1 juara dua)

Hasil Tahun Turnamen Permukaan Lawan Skor
Kalah 2022 Prancis Terbuka Tanah liat Iga Świątek 1–6, 3–6
Menang 2023 AS Terbuka Keras Aryna Sabalenka 2–6, 6–3, 6–2

Ganda: 2 (2 juara dua)

Hasil Tahun Turnamen Permukaan Pasangan Lawan Skor
Kalah 2021 AS Terbuka Keras Caty McNally Samantha Stosur
Zhang Shuai
3–6, 6–3, 3–6
Kalah 2022 Prancis Terbuka Tanah liat Jessica Pegula Caroline Garcia
Kristina Mladenovic
6–2, 3–6, 2–6

Pranala luar

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29296751 (2026-05-31T09:56:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.