Lompat ke isi

Dekoherensi kuantum

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
DecoherenceQuantumClassical id

Dekoherensi kuantum atau hilangannya kohesi kuantum merupakan suatu proses di mana perilaku suatu sistem berubah dari yang dapat dijelaskan oleh mekanika kuantum menjadi yang dapat dijelaskan oleh mekanika klasik. Dalam mekanika kuantum, partikel-partikel seperti elektron dijelaskan oleh fungsi gelombang yang merupakan representasi matematis dari keadaan kuantum suatu sistem. Fungsi gelombang juga digunakan untuk menjelaskan berbagai efek kuantum melalui interpretasi probabilitas. Ketika ada hubungan fase yang pasti antara keadaan-keadaan yang berbeda, sistem dikatakan kohesif. Hubungan fase yang pasti ini diperlukan untuk melakukan komputasi kuantum pada informasi kuantum yang terkodifkasi dalam keadaan kuantum. Tetapi, kohesi hanya dapat dipertahankan dalam batas-batas tertentu dan tergantung pada hukum fisika kuantum. Oleh karena itu, pengelolaan dan pengendalian dekoherensi menjadi penting dalam pengembangan teknologi komputasi kuantum. Pengenalan konsep dekoherensi pertama kali dilakukan pada tahun 1970 oleh fisikawan asal Jerman, H. Dieter Zeh, dan menjadi subjek penelitian aktif sejak tahun 1980-an.[1]

Bacaan lanjutan

Referensi

  1. Guido Bacciagaluppi. The Role of Decoherence in Quantum Mechanics. Metaphysics Research Lab, Stanford University. 2020.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29462539 (2026-07-15T16:42:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.