Lompat ke isi

Dekspantenol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dekspantenol adalah provitamin B5, bentuk dan analog alkohol yang serupa dengan asam pantotenat. Selama proses metabolisme dalam tubuh, dekspantenol dioksidasi menjadi asam pantotenat, yang memiliki efek regeneratif, antiinflamasi, dan dermatoprotektif. Dengan menghancurkan sel-sel kulit, dekspantenol meningkatkan jumlah fibroblas, kolagen, dan frekuensi mitosis, sehingga mempercepat regenerasi kulit dan penyembuhan luka. Dekspantenol juga meningkatkan kekencangan dan elastisitas kulit. Konsultasikan dengan dokter dan ahli kosmetologi sebelum menggunakan dekspantenol.

Efek dan Kegunaan

Dekspantenol digunakan oleh banyak produsen sebagai bahan dalam krim kulit, salep, dan sampo, serta permen pelega tenggorokan, semprot hidung, tetes mata, dan produk pembersih lensa kontak. Dekspantenol juga dapat diberikan secara intravena. Bahan aktif ini juga digunakan di akuarium, di mana ia digunakan sebagai komponen produk perawatan krustasea dan dikatakan dapat mendukung proses pergantian kulit hewan.

Fungsi terpenting dekspantenol adalah penyembuhan luka pada kulit, terutama epidermis. Ketika dioleskan ke kulit sebagai emulsi air-minyak, bahan aktif ini cepat diserap oleh kulit. Di sana, ia diubah menjadi asam pantotenat, yang diperlukan untuk sintesis koenzim A. Koenzim A mendukung regenerasi sel dan meningkatkan kapasitas biosintesisnya. Dekspantenol juga meningkatkan retensi kelembapan kulit, yang menutrisi dan meningkatkan elastisitasnya. Oleh karena itu, penggunaannya yang paling umum adalah untuk mengobati luka superfisial, seperti abrasi, eksim, dermatitis, atau bahkan bekas tato.

Selain itu, dekspantenol juga memiliki efek antigatal dan antiinflamasi. Dekspantenol diberikan secara intravena, terutama untuk mengobati kelumpuhan usus. Ketika digunakan dengan cara ini, ia memiliki sifat pencahar.

Efek samping

Dexpanthenol umumnya ditoleransi dengan sangat baik. Namun dalam kasus yang sangat jarang, iritasi, kemerahan, atau alergi kontak dapat terjadi.

Farmakologi

Dekspantenol diubah di dalam tubuh menjadi asam pantotenat, yang merupakan komponen koenzim A dan berperan dalam proses asetilasi, metabolisme karbohidrat dan lemak, sintesis asetilkolina, kortikosteroid, dan porfirin; merangsang regenerasi kulit dan selaput lendir, menormalkan metabolisme sel, mempercepat mitosis, dan meningkatkan kekuatan serat kolagen. Asetilkolina, sebagai transmiter neurohumoral dari divisi parasimpatis sistem saraf otonom, mendukung fungsi sekresi dan kinetik normal usus. Dekspantenol memiliki efek regeneratif, metabolik, dan antiinflamasi yang lemah. Pantenol, atau provitamin B5, telah mendapatkan reputasi di kalangan ahli kosmetik sebagai komponen restoratif dan pelembap yang andal.

Interaksi

Dekspantenol dapat meningkatkan efek relaksan otot depolarisasi (suksametonium klorida, dekametonium bromida) dan mengurangi efek relaksan otot non-depolarisasi (tubokurarin klorida) karena kemampuannya untuk merangsang sintesis asetilkolina. Penggunaan dekspantenol secara bersamaan dengan agen antibakteri, obat anestesi umum, dan barbiturat meningkatkan risiko reaksi alergi.

Analisis

Dekspantenol terdeteksi dalam berbagai sediaan menggunakan teknik KCKT setelah persiapan sampel yang tepat.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29537046 (2026-08-07T12:08:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.