Lompat ke isi

Dioksigen difluorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dioksigen difluorida adalah senyawa kimia dengan rumus . Senyawa ini merupakan senyawa padat berwarna jingga yang melebur menjadi cairan merah pada suhu . Senyawa ini merupakan oksidator yang sangat kuat dan dapat berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor bahkan pada suhu dengan laju 4% setiap harinya; maka dari itu, senyawa ini tidak dapat bertahan lama dalam suhu ruangan.[1] Dioksigen difluorida bereaksi dengan hampir semua unsur yang ditemui.

Preparasi

Dioksigen difluorida dapat diperoleh dengan menempatkan campuran gas fluor dan oksigen dengan proporsi 1:1 pada tekanan rendah (7–17 mmHg (0.9–2.3 kPa) merupakan tekanan yang optimal) dengan transmisi listrik 25–30 mA pada tegangan 2.1–2.4 kV.[2] Metode serupa digunakan oleh Otto Ruff untuk mensintesiskan senyawa ini untuk pertama kalinya pada tahun 1933.[3] Metode sintesis lainnya adalah dengan mencampur dan ke dalam bejana baja nirkarat yang didinginkan hingga suhu , dan kemudian unsur-unsur ini dipaparkan dengan bremsstrahlung selama beberapa jam. Metode ketiga adalah dengan pemanasan fluor dan oksigen hingga mencapai suhu , dan kemudian mendinginkannya dengan cepat dengan menggunakan oksigen cair.[4] Ketiga metode ini menggunakan reaksi berikut:

+ →

Dioksigen difluorida juga dapat diperoleh dari dekomposisi ozon difluorida:[5]

→ + ½ or
2 → 2 +

Struktur dan properti

Di dalam senyawa , oksigen memiliki bilangan oksidasi +1, sementara dalam senyawa-senyawa lainnya oksigen biasanya memiliki bilangan oksidasi −2.

Struktur dioksigen difluorida mirip dengan hidrogen peroksida, . Geometrinya sesuai dengan prediksi teori VSEPR:

Reaktivitas

Senyawa ini dapat dengan mudah berdekomposisi menjadi oksigen dan fluor. Bahkan pada suhu 4% senyawa ini mengalami dekomposisi setiap harinya[6] lewat proses ini:

→ +

Senyawa ini juga merupakan oksidator yang kuat, walaupun sebagian besar reaksi dilakukan pada suhu yang mendekati .[7] Sejumlah percobaan yang menggunakan senyawa ini telah mengakibatkan kebakaran dan ledakan. Beberapa senyawa yang dapat memicu ledakan dengan adalah etil alkohol, metana, amonia dan bahkan es air.[8]

Jika bereaksi dengan dan , akan dihasilkan garam dioksigenil:[9][10]

2 + 2 → 2 +

Pranala luar

Referensi

  1. A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  2. W. Kwasnik. Handbook of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. 1963. Vol. 1. hlm. 162.
  3. O. Ruff. Neue Sauerstofffluoride: und OF. Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie. 1933. Vol. 211 (1–2). hlm. 204–208. doi:10.1002/zaac.19332110122.
  4. Thomas Mills. Direct synthesis of liquid-phase dioxygen difluoride. Journal of Fluorine Chemistry. 1991. Vol. 52 (3). hlm. 267–276. doi:10.1016/S0022-1139(00)80341-3.
  5. A. D. Kirshenbaum. Ozone Fluoride or Trioxygen Difluoride,. Journal of the American Chemical Society. 1959. Vol. 81 (6). hlm. 1277. doi:10.1021/ja01515a003.
  6. A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  7. A. G. Streng. The Chemical Properties of Dioxygen Difluoride. Journal of the American Chemical Society. 1963. Vol. 85 (10). hlm. 1380–1385. doi:10.1021/ja00893a004.
  8. A. G. Streng. The Chemical Properties of Dioxygen Difluoride. Journal of the American Chemical Society. 1963. Vol. 85 (10). hlm. 1380–1385. doi:10.1021/ja00893a004.
  9. A. F. Holleman. Inorganic Chemistry. Academic Press. 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  10. Irvine J. Solomon. New Dioxygenyl Compounds. Inorganic Chemistry. 1964. Vol. 3 (3). hlm. 457. doi:10.1021/ic50013a036.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29270658 (2026-05-25T09:19:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.