Lompat ke isi

Disprosium(II) klorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Disprosium(II) klorida (DyCl2), juga dikenal sebagai disprosium diklorida, adalah sebuah senyawa anorganik ionik dari disprosium dan klorin. Garam ini adalah senyawa tereduksi, karena keadaan oksidasi disprosium normal dalam senyawa disprosium adalah +3.

Disprosium diklorida memiliki warna hitam mengilap. Garam ini akan rusak karena teroksidasi bila terpapar udara. Ia adalah sebuah insulator listrik.[1]

Struktur senyawa ini sama dengan stronsium bromida, iterbium diklorida, dan terbium diklorida. Terdapat dua bentuk. Bentuk suhu rendah di bawah suhu 652 °C. Bentuknya ortorombik dengan dimensi sel unit a = 6,69 Å, b = 6,76 Å, dan c = 7,06 Å.[2]

Pembuatan

Disprosium diklorida dapat dibuat dengan memanaskan disprosium triklorida cair dengan logam disprosium, dan kemudian didinginkan (quenching) dengan cepat. Krus molibdenum, niobium, atau tantalum diperlukan untuk menghindari pembentukan paduan dengan disprosium.[3]

Reaksi

Disprosium diklorida mampu mereduksi titanium diklorida menjadi logam titanium dalam fluks kalium klorida dan natrium klorida.[4]

Ti2+ + 2Dy2+ Ti (padat) + 2Dy3+

Terkait

Sebuah senyawa disprosium diklorida terner dikenal dengan litium: LiDy2Cl5. Senyawa ini diproduksi dengan memanaskan logam litium dan disprosium triklorida bersama-sama pada suhu 700 °C. Senyawa ini juga berwarna hitam. Sistem kristal LiDy2Cl5 adalah monoklinik dengan grup ruang C2/c, 4 formula per sel unit yang memiliki dimensi a = 16,456 Å, b = 6,692 Å, dan c = 7,267 Å, dengan β = 95,79°.[5]

Referensi

  1. Jane E. Macintyre. Dictionary of Inorganic Compounds. CRC Press. 23 Juli 1992. hlm. 2867. ISBN 978-0-412-30120-9.
  2. John D. Corbett. Rare Earth Metal-Metal Halide Systems. IX. The Dysprosium-Dysprosium(III) Chloride System and the Preparation of Dysprosium(II) Chloride. Inorganic Chemistry. Mei 1966. Vol. 5 (5). hlm. 938–940. doi:10.1021/ic50039a050.
  3. Advances in Inorganic Chemistry and Radiochemistry. Academic Press. 1 September 1977. hlm. 8. ISBN 978-0-08-057869-9.
  4. Kouji Yasuda. Aluminum Subhalide as a Reductant for Metallothermic Reduction. High Temperature Materials and Processes. Januari 2011. Vol. 30 (4–5). hlm. 411. doi:10.1515/htmp.2011.063.
  5. Gerd Meyer. Reduced ternary rare earth halides: State of the art. Journal of the Less Common Metals. September 1983. Vol. 93 (2). hlm. 371–380. doi:10.1016/0022-5088(83)90190-X.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25330357 (2024-02-19T14:29:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.