Lompat ke isi

Dodekanol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Dodekanol, atau lauril alkohol, adalah sebuah senyawa organik yang diproduksi secara industri dari minyak inti sawit atau minyak kelapa. Dodekanol adalah senyawa alkohol lemak. Ester sulfat dari lauril alkohol, terutama natrium dodesil sulfat, sangat banyak digunakan sebagai surfaktan. Natrium lauril sulfat, amonium lauril sulfat, dan natrium lauret sulfat semuanya digunakan dalam sampo. Lauril alkohol tidak memiliki rasa dan warna tetapi memiliki bau bunga.[1]

Produksi dan kegunaan

Pada tahun 1993, permintaan dodekanol di Eropa sebesar sekitar 60.000 ton per tahun. Dodekanol dapat diperoleh dari asam lemak minyak sawit atau minyak kelapa dan ester metil melalui hidrogenasi.[2] Dodekanol juga dapat diproduksi secara sintetis melalui proses Ziegler. Metode laboratorium klasik melibatkan reduksi Bouveault–Blanc pada etil laurat.[3]

Dodekanol digunakan untuk membuat surfaktan, minyak pelumasan, obat-obatan, dalam pembentukan polimer monolitik, dan sebagai bahan tambahan pangan penambah rasa. Dalam kosmetika, dodekanol digunakan sebagai pelembap. Dodekanol juga merupakan prekursor dodekanal, suatu senyawa wewangian yang penting, dan 1-bromododekana, sebuah agen alkilasi untuk meningkatkan lipofilisitas molekul organik.

Toksisitas

Dodekanol dapat mengiritasi kulit. Senyawa ini memiliki toksisitas sekitar setengah dari etanol, tetapi sangat berbahaya bagi organisme laut.[4]

Kelarutan timbal balik dengan air

Kelarutan timbal balik 1-dodekanol dan air telah dikuantifikasi sebagai berikut.[5]

Kelarutan timbal balik air dan 1-dodekanol (98%, titik lebur 24 °C), % Berat
Suhu (°C) Kelarutan dodekanol dalam air Kelarutan air dalam dodekanol
29,5 0,04 2,87
40,0 0,05 2,85
50,2 0,09 2,69
60,5 0,15 2,96
70,5 0,09 2,70
80,3 0,14 2,89
90,8 0,18 2,96
simpangan baku 0,02 0,01

Pranala luar

Referensi

  1. S. G. Ford. Lauryl Alcohol. Organic Syntheses. 1930. Vol. 10. hlm. 62. doi:10.15227/orgsyn.010.0062.
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. S. G. Ford. Lauryl Alcohol. Organic Syntheses. 1930. Vol. 10. hlm. 62. doi:10.15227/orgsyn.010.0062.
  4. MSDS Safety Sheet.
  5. Richard Stephenson and James Stuart, "Mutual Binary Solubilities: Water-Alcohols and Water-Esters", J. Chem. Eng. Data, 1986, 31, 56-70.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25203669 (2024-01-22T09:46:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.