Lompat ke isi

Efek lintas pertama

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
2138 Hepatic Portal Vein System

Efek lintas pertama (Bahasa Inggris: first pass effect, disingkat FPE), juga dikenal sebagai metabolisme lintas pertama (Bahasa Inggris: first-pass metabolism, disingkat FPM) atau metabolisme presistemik, adalah fenomena metabolisme obat di lokasi tertentu di dalam tubuh yang menyebabkan penurunan konsentrasi obat aktif sebelum mencapai tempat kerja atau sirkulasi sistemik.[1][2] Efek ini paling sering dikaitkan dengan obat yang diberikan secara oral, tetapi beberapa obat masih mengalami metabolisme lintas pertama bahkan ketika diberikan melalui rute alternatif (misalnya, IV, IM, dll.).[3]

Faktor

Metabolisme lintas pertama dapat terjadi di hati (untuk propranolol, lidokain, klometiazol, dan nitrogliserin) atau di usus (untuk benzilpenisilin dan insulin).[4] Empat sistem utama yang memengaruhi efek lintas pertama suatu obat adalah enzim lumen saluran cerna,[5] enzim dinding saluran cerna,[6][7][8] enzim bakteri,[9] dan enzim hati.[10][11][12]

Lintas pertama hati

Setelah ditelan, obat diserap oleh sistem pencernaan dan memasuki sistem portal hepatik. Obat dibawa melalui vena porta ke hati sebelum mencapai seluruh tubuh. Hati memetabolisme banyak obat, terkadang sedemikian rupa sehingga hanya sejumlah kecil obat aktif yang keluar dari hati ke seluruh sistem peredaran darah. Lintasan pertama melalui hati ini dapat sangat mengurangi bioavailabilitas obat.

Contoh obat di mana metabolisme lintas pertama merupakan komplikasi dan kerugian adalah obat antivirus remdesivir. Remdesivir tidak dapat diberikan secara oral karena seluruh dosis akan terperangkap di hati dengan sedikit yang mencapai sirkulasi sistemik atau mencapai organ dan sel target (misalnya sel yang terinfeksi SARS-CoV-2).[13][14] Oleh karena itu, remdesivir diberikan melalui infus IV, melewati vena porta. Namun, ekstraksi hepatik yang signifikan masih terjadi karena metabolisme lintas kedua, di mana sebagian kecil darah vena mengalir melalui vena porta hepatika dan hepatosit.

Desain obat

Model farmakokinetik berbasis fisiologi (PBPK) digunakan untuk memprediksi metabolisme lintas pertama, meskipun memerlukan penyesuaian spesifik senyawa karena variabilitas permeabilitas mukosa usus dan faktor-faktor lainnya.[15][16][17] Ekspresi enzim juga bervariasi antar individu, yang dapat memengaruhi efisiensi metabolisme lintas pertama dan dengan demikian bioavailabilitas obat.[18]

Sitokrom P450, terutama CYP3A4, memainkan peran penting dalam metabolisme lintas pertama, yang memengaruhi bioavailabilitas obat.[19][20][21]

Mitigasi

Mengubah obat menjadi bakal obat dapat membantu menghindari metabolisme lintas pertama, sehingga meningkatkan bioavailabilitasnya.[22] Model in vitro seperti penggunaan chip mikrofluida yang mensimulasikan usus dan hati, memungkinkan metabolisme lintas pertama dipelajari secara lebih akurat, sehingga memfasilitasi pengembangan obat dengan profil penyerapan yang lebih baik.[23][24][25]

Rute pemberian

Rute pemberian obat alternatif seperti insuflasi, pemberian rektal,[26][27] intravena,[28] intramuskular, aerosol inhalasi, transdermal, atau sublingual, menghindari atau sebagian menghindari efek lintas pertama karena memungkinkan obat diserap langsung ke dalam sirkulasi sistemik.[29]

Obat dengan efek lintas pertama yang tinggi biasanya memiliki dosis oral yang jauh lebih tinggi daripada dosis sublingual atau parenteral. Terdapat variasi dosis oral yang signifikan pada setiap individu karena perbedaan tingkat metabolisme lintas pertama, seringkali di antara beberapa faktor lainnya. Bioavailabilitas oral dari banyak obat yang rentan tampaknya meningkat pada pasien dengan gangguan fungsi hati. Bioavailabilitas juga meningkat jika obat lain yang bersaing untuk enzim metabolisme lintas pertama diberikan secara bersamaan (misalnya propranolol dan klorpromazin).

Pranala luar

Referensi

  1. Malcolm Rowland. Influence of route of administration on drug availability. Journal of Pharmaceutical Sciences. January 1972. Vol. 61 (1). hlm. 70–74. doi:10.1002/jps.2600610111.
  2. Susan M. Pond. First-Pass Elimination. Clinical Pharmacokinetics. January 1984. Vol. 9 (1). hlm. 1–25. doi:10.2165/00003088-198409010-00001.
  3. Michelle G. Carlin. Pharmacology and Mechanism of Action of Drugs. Elsevier. 2023-01-01. hlm. 144–154. doi:10.1016/b978-0-12-823677-2.00086-6. ISBN 978-0-12-823678-9.
  4. Bath-Hextall, Fiona. Understanding First Pass Metabolism. University of Nottingham. October 16, 2013.
  5. Kenneth F. Ilett. Mebolism of drugs and other xenobiotics in the gut lumen and wall. Pharmacology & Therapeutics. 1990-01-01. Vol. 46 (1). hlm. 67–93. doi:10.1016/0163-7258(90)90036-2.
  6. Kenneth E. Thummel. Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.
  7. Marek Drozdzik. Protein Abundance of Clinically Relevant Drug-Metabolizing Enzymes in the Human Liver and Intestine: A Comparative Analysis in Paired Tissue Specimens. Clinical Pharmacology & Therapeutics. 2018. Vol. 104 (3). hlm. 515–524. doi:10.1002/cpt.967.
  8. Margaret M. Doherty. The Mucosa of the Small Intestine. Clinical Pharmacokinetics. 2002-04-01. Vol. 41 (4). hlm. 235–253. doi:10.2165/00003088-200241040-00001.
  9. Kenneth F. Ilett. Mebolism of drugs and other xenobiotics in the gut lumen and wall. Pharmacology & Therapeutics. 1990-01-01. Vol. 46 (1). hlm. 67–93. doi:10.1016/0163-7258(90)90036-2.
  10. Kenneth E. Thummel. Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.
  11. Marek Drozdzik. Protein Abundance of Clinically Relevant Drug-Metabolizing Enzymes in the Human Liver and Intestine: A Comparative Analysis in Paired Tissue Specimens. Clinical Pharmacology & Therapeutics. 2018. Vol. 104 (3). hlm. 515–524. doi:10.1002/cpt.967.
  12. S. L. Bramer. Gastrointestinal and hepatic first-pass elimination of 2',3'-dideoxyinosine in rats. The Journal of Pharmacology and Experimental Therapeutics. 1993. Vol. 265 (2). hlm. 731–738. doi:10.1016/S0022-3565(25)38201-7.
  13. Victoria C. Yan. Advantages of the Parent Nucleoside GS-441524 over Remdesivir for Covid-19 Treatment. ACS Medicinal Chemistry Letters. 2020. Vol. 11 (7). hlm. 1361–1366. doi:10.1021/acsmedchemlett.0c00316.
  14. Fact sheet for health care providers Emergency Use Authorization (EUA) of Veklury®(remdesivir). Food and Drug Administration.
  15. Justine Henriot. PBPK modeling: What is the role of CYP3A4 expression in the gastrointestinal tract to accurately predict first-pass metabolism?. CPT: Pharmacometrics & Systems Pharmacology. 2025. Vol. 14 (1). hlm. 130–141. doi:10.1002/psp4.13249.
  16. Aki T. Heikkinen. Application of PBPK modeling to predict human intestinal metabolism of CYP3A substrates – An evaluation and case study using GastroPlus™. European Journal of Pharmaceutical Sciences. 2012-09-29. Vol. 47 (2). hlm. 375–386. doi:10.1016/j.ejps.2012.06.013.
  17. Michael Gertz. Prediction of Human Intestinal First-Pass Metabolism of 25 CYP3A Substrates from In Vitro Clearance and Permeability Data. Drug Metabolism and Disposition. 2010. Vol. 38 (7). hlm. 1147–1158. doi:10.1124/dmd.110.032649.
  18. Kenneth E. Thummel. Enzyme-catalyzed processes of first-pass hepatic and intestinal drug extraction. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-09-15. Vol. 27 (2). hlm. 99–127. doi:10.1016/S0169-409X(97)00039-2.
  19. Christopher R. Jones. Gut Wall Metabolism. Application of Pre-Clinical Models for the Prediction of Human Drug Absorption and First-Pass Elimination. The AAPS Journal. 2016-05-01. Vol. 18 (3). hlm. 589–604. doi:10.1208/s12248-016-9889-y.
  20. Justine Henriot. PBPK modeling: What is the role of CYP3A4 expression in the gastrointestinal tract to accurately predict first-pass metabolism?. CPT: Pharmacometrics & Systems Pharmacology. 2025. Vol. 14 (1). hlm. 130–141. doi:10.1002/psp4.13249.
  21. Michael Gertz. Prediction of Human Intestinal First-Pass Metabolism of 25 CYP3A Substrates from In Vitro Clearance and Permeability Data. Drug Metabolism and Disposition. 2010. Vol. 38 (7). hlm. 1147–1158. doi:10.1124/dmd.110.032649.
  22. Ashok K. Shakya. Chapter 8 - First-Pass Metabolism Considerations in Pharmaceutical Product Development. Dosage Form Design Considerations. Academic Press. 2018-01-01. hlm. 259–286. doi:10.1016/b978-0-12-814423-7.00008-3. ISBN 978-0-12-814423-7.
  23. Bo-Eun Lee. Recapitulation of First Pass Metabolism Using 3D Printed Microfluidic Chip and Organoid. Cells. 2021. Vol. 10 (12). hlm. 3301. doi:10.3390/cells10123301.
  24. Dong Wook Lee. 3D gut-liver chip with a PK model for prediction of first-pass metabolism. Biomedical Microdevices. 2017-11-07. Vol. 19 (4). hlm. 100. doi:10.1007/s10544-017-0242-8.
  25. Aerim Choe. Microfluidic Gut-liver chip for reproducing the first pass metabolism. Biomedical Microdevices. 2017-01-10. Vol. 19 (1). hlm. 4. doi:10.1007/s10544-016-0143-2.
  26. A. G. de Boer. Hepatic first-pass effect and controlled drug delivery following rectal administration. Advanced Drug Delivery Reviews. 1997-11-10. Vol. 28 (2). hlm. 229–237. doi:10.1016/S0169-409X(97)00074-4.
  27. Aulton's Pharmaceutics: the design and manufacture of medicines. Elsevier Health Sciences. 2022. hlm. 5. ISBN 978-0-7020-8154-5.
  28. Aulton's Pharmaceutics: the design and manufacture of medicines. Elsevier Health Sciences. 2022. hlm. 5. ISBN 978-0-7020-8154-5.
  29. Neil R. Mathias. Non-invasive Systemic Drug Delivery: Developability Considerations for Alternate Routes of Administration. Journal of Pharmaceutical Sciences. 2009. Vol. 99 (1). hlm. 1–20. doi:10.1002/jps.21793.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29288182 (2026-05-29T13:04:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.