Ensefalisasi
Ensefalisasi didefinisikan sebagai jumlah pertumbuhan massa otak yang berhubungan dengan total massa tubuh hewan. Pengukuran ensefalisasi sebuah hewan telah dikatakan berhubungan langsung dengan tingkat kecerdasan hewan tersebut. Aristoteles menulis pada tahun 335 S.M. "Dari semua hewan, manusia memiliki proporsi ukuran otak terbesar."
Juga, pada tahun 1871, Charles Darwin menulis dalam bukunya The Descent of Man: "Tidak ada seorangpun, Saya anggap, meragukan bahwa proporsi yang besar di mana ukuran otak manusia terhadap tubuh mereka, dibandingkan dengan proporsi yang sama pada gorila atau orangutan, secara dekat terhubung dengan kekuatan mental mereka."
Pada tahun 2004, Dennis Bramble dan Daniel Lieberman mengajukan bahwa Homo awal adalah pebangkai yang menggunakan peralatan batu untuk mengumpulkan daging dari bangkai-bangkai dan untuk menghancurkan tulang.
Mereka mengajukan bahwa manusia mengkhususkan diri mereka dalam berlari jarak jauh untuk berkompetisi dengan pebangkai lain untuk mencapai bangkai-bangkai.
Juga telah disarankan bahwa adaptasi bentuk tersebut memastikan persediaan makanan yang membuat otak yang lebih besar.
Kebanyakan spesies ensefalisasi condong memiliki durasi syok tulang belakang yang panjang.
Ensefalisasi juga bisa mengacu pada kecenderungan bagi sebuah spesies ke otak yang besar lewat waktu evolusioner. Kajian antropologis mengindikasikan bahwa bipedalisme mendahului ensefalisasi pada rentang waktu evolusi manusia setelah terpisah dari garis keturunan simpanse. Dibandingkan dengan otak simpanse, otak manusia lebih besar dan beberapa wilayah otak telah secara khusus berubah selama evolusi manusia.
Umumnya pertumbuhan otak simpanse terjadi sebelum lahir sementara pertumbuhan otak manusia terjadi setelah lahir.
Tingkat Ensefalisasi
Dalam persamaan Snell dari alometri sederhana
"E" adalah berat dari otak, "C" adalah faktor sefalisasi dan "S" adalah berat badan dan "r" adalah konstanta eksponensial. Konstanta eksponensial pada primata adalah 0,29
dan 0,56 atau 0,66 untuk mamalia secara umum.
"Tingat Ensefalisasi" (TE) adalah rasio dari "C" terhadap nilai ekspektasi dari "C" dari sebuah hewan terhadap berat "S".
Lihat juga
Referensi
Bacaan lebih lanjut
- (Also cited in various publications as volume 16, issue 2, pp. 30–37. For example )
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23673875 (2023-06-12T10:19:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.