Fenoprofen
Fenoprofen adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Kalsium fenoprofen digunakan sebagai bantuan simtomatik untuk rheumatoid arthritis, osteoartritis, dan nyeri ringan hingga sedang. Obat ini juga telah digunakan untuk mengobati nyeri pasca operasi. Obat ini tersedia sebagai obat generik.
Farmakologi
Mengurangi peradangan, nyeri, dan demam, mungkin melalui penghambatan aktivitas siklooksigenase (penghambat COX-2) dan sintesis prostaglandin.
Kontraindikasi
Riwayat gangguan fungsi ginjal yang signifikan; pasien dengan hipersensitivitas yang diketahui terhadap komponen produk apa pun; pasien yang pernah mengalami asma, urtikaria, atau reaksi tipe alergi setelah mengonsumsi aspirin atau OAINS lainnya; pengobatan nyeri perioperatif dalam bedah pintas arteri koroner (CABG).
Efek samping
Pada bulan Oktober 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mewajibkan label obat untuk diperbarui pada semua obat antiinflamasi nonsteroid guna menjelaskan risiko masalah ginjal pada bayi yang belum lahir yang mengakibatkan rendahnya cairan ketuban. Mereka menganjurkan untuk menghindari OAINS pada ibu hamil dengan usia kehamilan 20 minggu atau lebih.
Interaksi
Interaksi dengan obat lain
- Aminoglikosida (misalnya gentamisin): Kadar aminoglikosida plasma dapat meningkat.
- Penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor): Efek antihipertensi dari ACE inhibitor dapat berkurang.
- Antikoagulan: Pemberian bersamaan dapat memperpanjang waktu protrombin.
- Aspirin: Fenoprofen Cl dapat meningkat; pemberian bersamaan tidak direkomendasikan.
- Diuretik: Pasien yang diobati dengan fenoprofen mungkin resisten terhadap efek diuretik kuat dan tiazida.
- Hidantoin, sulfonamid, sulfonilurea: Fenoprofen dapat menggantikan obat-obatan ini dari tempat pengikatannya.
- Litium: Cl ginjal litium dapat berkurang dan kadar plasma dapat meningkat, yang dapat meningkatkan risiko toksisitas litium.
- Metotreksat: Dapat meningkatkan kadar metotreksat.
- Fenobarbital: Dapat menurunkan waktu paruh fenoprofen. Penyesuaian dosis fenoprofen mungkin diperlukan jika fenobarbital ditambahkan atau dihentikan.
- SSRI (misalnya fluoksetin, citalopram): Risiko efek gastrointestinal dapat meningkat.
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27349053 (2025-06-02T11:47:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.