Ferouranium
Ferrouranium, juga disebut ferro-uranium, adalah ferroalloy, paduan besi dan uranium, setelah Perang Dunia II biasanya menjadi hulu ledak depleted uranium untuk artileri atau anti tank.[1][2] [3][4][5][6]
Paduan tersebut mengandung sekitar 35–50% uranium dan 1,5–4,0% karbon. Penggunaan pertama ferrouranium dimulai pada tahun 1897, ketika pemerintah Prancis mencoba menggunakannya untuk senjata. Paduan tersebut tidak terbukti sukses secara komersial dalam jangka panjang. Namun, selama Perang Dunia I dan sesudahnya, baja yang didoping uranium digunakan untuk perkakas; sejumlah besar ferrouranium diproduksi antara tahun 1914-1916.
Referensi
- ↑ D. A. Walko. Crystal structure assignment for the heavy-fermion superconductor UPt 3. 2001-01-16. Vol. 63 (5). hlm. 054522. doi:10.1103/PhysRevB.63.054522.
- ↑ Shuntaro Sumita. Unconventional superconducting gap structure protected by space group symmetry. Physical Review B. 2018-04-13. Vol. 97 (13). hlm. 134512. doi:10.1103/PhysRevB.97.134512.
- ↑ Ni-Np – Pt-Zr. Springer-Verlag. 1998. hlm. 1–2. doi:10.1007/10542753_2536. ISBN 3-540-61712-4.
- ↑ B. A. S. Ross. The Pt-U (Platinum-Uranium) system. 1990-06-01. Vol. 11 (3). hlm. 240–243. doi:10.1007/BF03029291.
- ↑ К. G. Gurtovoy. Магнетизм актинидов и их соединений. October 1987. Vol. 153 (2).
- ↑ V. P. Mineev. Superconductivity in UPt3. 1994. Vol. 19 (4). hlm. 367–384. doi:10.1051/anphys:01994001904036700.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23878034 (2023-07-20T08:22:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.