Lompat ke isi

Fibromialgia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Fibromyalgia atau sindrom fibromyalgia adalah keadaan klinis yang ditandai dengan nyeri kronis yang dengan respon nyeri yang meningkat dengan penekanan. Gejala lain termasuk kelelahan sampai pada tingkat tertentu yang mempengaruhi aktivitas normal, masalah tidur, dan masalah ingatan. Beberapa pasien melaporkan adanya sindrom kaki gelisah (restless legs syndrome), masalah usus atau kandung kemih, mati rasa dan kesemutan, serta kepekaan terhadap kebisingan, cahaya, atau suhu. Fibromyalgia sering dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan gangguan stres pasca trauma. Jenis nyeri kronis lainnya juga sering muncul.

Penyebab fibromyalgia masih belum diketahui, tapi kombinasi faktor genetik dan lingkungan diyakini terlibat. Kondisi ini diyakini dapat diturunkan secara genetik. Faktor lain yang dapat terlibat antara lain stres psikologis, trauma dan infeksi tertentu. Nyeri yang muncul dapat diakibatkan oleh proses di sistem saraf pusat dan kondisi ini disebut sebagai "sindrom sensitisasi sentral". Fibromyalgia dianggap sebagai sebuah kelainan oleh Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat dan American College of Rheumatology. Saat ini tidak ada tes diagnostik khusus. Diagnosis dapat ditegakkan dengan menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya dan membuktikan bahwa sejumlah gejala ada.

Fibromyalgia diperkirakan memengaruhi sekitar 2–8% populasi. Kondisi ini dilaporkan lebih sering terjadi pada perempuan, dengan angka kejadian sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan pria. Pola tersebut relatif konsisten di berbagai wilayah dunia dan lintas budaya. Fibromyalgia pertama kali didefinisikan secara formal pada 1990, dengan kriteria diagnosis yang kemudian diperbarui pada 2011. Hingga kini, masih terdapat perdebatan mengenai klasifikasi, diagnosis, dan penanganannya. Sebagian pihak menilai bahwa label diagnosis fibromyalgia dapat berdampak negatif bagi pasien, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa diagnosis tersebut dapat memberi manfaat, misalnya dengan memvalidasi keluhan pasien dan membantu penentuan terapi.

Pengobatan fibromyalgia sering kali menantang. Rekomendasi penanganan umumnya meliputi tidur yang cukup, olahraga teratur, dan pola makan sehat. Terapi perilaku kognitif (CBT) juga dapat membantu sebagian pengidap. Beberapa obat yang dapat digunakan antara lain duloksetin, milnacipran, dan pregabalin. Penggunaan obat nyeri opioid masih menjadi perdebatan. Sejumlah ahli menilai manfaatnya tidak didukung bukti yang memadai, sementara pendapat lain menyatakan opioid lemah dapat dipertimbangkan bila terapi lain tidak efektif. Hingga kini, suplemen makanan belum memiliki bukti kuat yang mendukung efektivitasnya untuk fibromyalgia.

Terminologi

Istilah "fibromyalgia" berasal dari bahasa Latin fibro-, yaitu "jaringan berserat", bahasa Yunani μυώ myo-, "otot", dan bahasa Yunani άλγος algos, "nyeri", sehingga istilah ini dapat diartikan sebagai "nyeri otot dan jaringan ikat fibrosa".

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29459585 (2026-07-15T00:21:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.