Fistula obstetrik
Fistula obstetrik adalah kondisi medis di mana terbentuk lubang abnormal antara saluran genital wanita dan saluran kemih, kandung kemih, atau rektum. Kondisi ini bisa menyebabkan bocornya urin atau feses. Komplikasi yang bisa muncul antara lain depresi, ketidaksuburan, hingga isolasi.
Faktor risiko yang bisa mengiringi munculnya kondisi ini adalah oleh persalinan yang terhambat, buruknya akses layanan kesehatan, malnutrisi, dan kehamilan pada usia muda. Persalinan yang terjadi di rumah tanpa bantuan bidan terlatih dan tanpa perawatan medis yang memadai dapat mengakibatkan persalinan yang berkepanjangan, menyebabkan fistula obstetrik. Di negara maju, fistula obstetrik menjadi langka karena adanya kemajuan dalam prosedur bedah seperti operasi caesar yang aman dan efektif. Namun, di negara-negara berkembang, persalinan terhambat masih menjadi penyebab utama fistula obstetrik, terutama fistula vesico-vaginal dan rekto-vaginal. Penyebab langsungnya adalah buruknya sirkulasi daerah di wilayah terbentuknya kebocoran ini pada jangka waktu yang lama.
Diagnosis dilakukan melalui penilaian atas gejala yang muncul dan pendeteksian dengan metilena biru.
Gejala
Gejala yang mungkin muncul akibat kondisi ini adalah:
- Kembung, ketidakmampuan mengendalikan aktivitas berkemih atau buang air besar, yang bisa terjadi terus-menerus atau bisa pula hanya pada malam hari
- Cairan vagina berbau
- Infeksi saluran vagina atau kemih yang berulang
- Iritasi atau rasa sakit di vagina atau wilayah sekitarnya
- Rasa sakit saat berhubungan seks
Pencegahan dan pengobatan
Fistula obstetrik hampir seluruhnya dapat dicegah dengan penggunaan operasi caesar yang tepat. Langkah-langkah krusial sejak dini meliputi menunda kehamilan pertama, menghentikan praktik-praktik tradisional berisiko, dan memastikan akses yang tepat waktu terhadap perawatan obstetrik. Penanganan yang efektif terhadap fistula obstetrik adalah kunci dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kesehatan ibu secara global.
Pengobatannya biasanya dilakukan dengan pembedahan di tangan ahli bedah yang memang berpengalaman, mengingat kondisi yang terjadi bisa sangat bervariasi. Jika diobati sejak dini, penggunaan kateter urin dapat membantu penyembuhan.
Angka kejadian
Kondisi ini dialami oleh antara 50.000 hingga 100.000 wanita setiap tahunnya di seluruh dunia. Lebih dari 2 juta perempuan muda di Asia dan Afrika Sub-Sahara hidup dengan kondisi ini tanpa pengobatan yang memadai. Dampak dari fistula obstetri sangat merugikan, termasuk inkontinensia, rasa malu, segregasi sosial, dan masalah kesehatan.
Persalinan yang terjadi di rumah tanpa bantuan bidan terlatih dan tanpa perawatan medis yang memadai dapat mengakibatkan persalinan yang berkepanjangan, menyebabkan fistula obstetrik. Di negara maju, fistula obstetrik menjadi langka karena adanya kemajuan dalam prosedur bedah seperti operasi caesar yang aman dan efektif. Namun, di negara-negara berkembang, persalinan terhambat masih menjadi penyebab utama fistula obstetrik, terutama fistula vesico-vaginal dan rekto-vaginal.
Pencegahan
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29441978 (2026-07-11T02:09:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.