Fitomenadion
Fitomenadion, juga dikenal sebagai vitamin K1 atau filokuinon, adalah vitamin yang ditemukan dalam makanan dan digunakan sebagai suplemen makanan. Fitomenadion tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.
Fitomenadion digunakan untuk mengobati gangguan pendarahan tertentu, termasuk overdosis warfarin, defisiensi vitamin K, dan jaundis obstruktif. Penggunaannya biasanya dianjurkan melalui mulut, suntikan intramuskular, atau suntikan di bawah kulit. Bila diberikan melalui suntikan, manfaatnya terlihat dalam waktu dua jam. Fitomenadion juga dianjurkan untuk mencegah dan mengobati pendarahan akibat kekurangan vitamin K (VKDB) pada bayi. Banyak negara di dunia memilih suntikan intramuskular pada bayi baru lahir agar mereka aman dari VKDB. Obat ini dianggap sebagai pengobatan yang aman dan menyelamatkan banyak anak dari kematian dan defisit neurologis yang parah setiap tahun.
Efek samping bila diberikan melalui suntikan dapat meliputi nyeri di tempat suntikan. Reaksi alergi yang parah dapat terjadi saat disuntikkan ke pembuluh darah atau otot, tetapi ini terutama terjadi saat dosis besar suplemen tertentu yang mengandung minyak jarak diberikan secara intravena. Penggunaan selama kehamilan dianggap aman, penggunaan juga mungkin aman selama menyusui. Ia bekerja dengan memasok komponen yang dibutuhkan untuk membuat sejumlah faktor penggumpalan darah. Sumber makanan termasuk sayuran hijau, minyak sayur, dan beberapa buah.
Fitomenadion pertama kali diisolasi pada tahun 1939. Pada tahun 1943 Edward Adelbert Doisy dan Henrik Dam diberi Penghargaan Nobel untuk penemuannya.
Terminologi
Fitomenadion sering juga disebut filokuinon, vitamin K, atau fitonadion.
Kegunaan dalam medis
Obat ini digunakan untuk mengobati gangguan perdarahan tertentu, termasuk overdosis warfarin (juga overdosis senyawa serupa seperti kumatetralil), defisiensi vitamin K, dan jaundis obstruktif. Obat ini digunakan untuk mencegah dan mengobati pendarahan akibat defisiensi vitamin K (VKDB) pada bayi.
Di Kanada, fitomenadion (Hemophyt) diindikasikan untuk pengobatan keracunan antikoagulan pada anjing.
Kimia
Vitamin K adalah vitamin yang larut dalam lemak yang stabil di udara dan kelembapan tetapi terurai di bawah sinar matahari. K1 adalah keton aromatik polisiklik, yang berdasarkan 2-metil-1,4-naftokuinon, dengan substituen 3-fitil. Vitamin ini ditemukan secara alami dalam berbagai macam tumbuhan hijau, terutama pada daun, karena berfungsi sebagai akseptor elektron selama fotosintesis, membentuk bagian dari rantai transpor elektron fotosistem I.
Fungsi biologis
Hewan
Fungsi vitamin K yang paling dikenal pada hewan adalah sebagai kofaktor dalam pembentukan faktor koagulasi II (protrombin), VII, IX, dan X oleh hati. Vitamin ini juga diperlukan untuk pembentukan faktor antikoagulan protein C dan S. Vitamin K diperlukan untuk pembentukan protein tulang.
Dalam hal distribusi, filokuinon biasanya terdapat dalam kadar yang lebih tinggi di hati, jantung, dan pankreas, tetapi dalam kadar yang lebih rendah di otak, ginjal, dan paru-paru.
Tumbuhan dan sianobakteri
Vitamin K1 diperlukan untuk fotosintesis tumbuhan, yang mana ia berpartisipasi dalam rantai transpor elektron Fotosistem I.
Biosintesis
Vitamin K1 disintesis dari korismat, senyawa yang diproduksi dari sikimat melalui jalur sikimat. Konversi korismat menjadi vitamin K1 terdiri dari serangkaian sembilan langkah:
- korismat diisomerisasi menjadi isokorismat oleh isokorismat sintase, atau MenF (enzim menakuinon).
- Penambahan 2-oksoglutarat ke isokorismat oleh PHYLLO, protein multifungsi yang terdiri dari tiga aktivitas enzimatik yang berbeda (MenD, H, dan C).
- Eliminasi piruvat oleh PHYLLO.
- Aromatisasi untuk menghasilkan o-suksinil benzoat oleh PHYLLO.
- Aktivasi o-suksinilbenzoat menjadi ester CoA yang sesuai oleh MenE.
- Pembentukan cincin naftoat oleh naftoat sintase (MenB/NS).
- Pelepasan tiolitik CoA oleh tioesterase (MenH).
- Penempelan rantai fitol ke cincin naftoat (MenA/ABC4).
- Metilasi prekursor pada posisi 3 (MenG).
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28607248 (2025-11-22T23:01:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.