Foresis
Foresis atau foresi adalah sebuah hubungan komensalis sementara ketika suatu organisme (seekor foron atau foretik) menempelkan diri kepada suatu organisme inang hanya untuk berpergian atau berpindah tempat. Hubungan ini telah diamati pada tungau dan caplak sejak abad ke-18, dan pada fosil berusia 320 juta tahun. Perilaku ini tidak hanya ditemukan pada arthropoda maupun hewan; tumbuhan dengan benih yang menyebar dengan menempelkan diri pada hewan juga dianggap foretik.
Foresis berasal dari kata bahasa Yunani phoras (penyandang) dan phor (pencuri). Istilah ini, yang pertama kali didefinisikan pada 1896 sebagai sebuah hubungan ketika suatu inang berperan sebagai kendaraan bagi penumpangnya, bertentangan dengan terminologi-terminologi lain yang sedang dikembangkan pada masa itu. Sehingga, perbatasan dalam segi durasi, makan, dan ontogeni kini dipertimbangkan. Foresis digunakan sebagai sebuah strategi dalam penyebaran, migrasi musiman, berpindah ke inang atau habitat baru, menjauhi habitat yang bersifat sementara, serta mengurangi depresi perkawinan sekerabat. Selain manfaat bagi individu dan spesies, kehadirannya dapat meningkatkan keanekaragaman ekologis dan kompleksitas suatu ekosistem.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29501833 (2026-07-28T13:17:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.