Ftalilsulfatiazol
Ftalilsulfatiazol, juga dikenal sebagai sulfatalidin, adalah antibiotik spektrum luas sulfonamida yang digunakan terutama untuk mengobati infeksi gastrointestinal.
Kegunaan dalam medis
Ftalilsulfatiazol diindikasikan untuk mengobati berbagai kondisi usus termasuk disentri, radang usus besar, gastroenteritis, dan untuk persiapan praoperasi dalam bedah usus. Obat ini dapat diberikan dalam kombinasi dengan antimikroba lain seperti metronidazol, furazolidon, atau neomisin untuk meningkatkan kemanjuran.
Seperti semua antibiotik, ftalilsulfatiazol harus dipantau secara hati-hati untuk menghindari peningkatan resistensi bakteri.
Bentuk sediaan yang tersedia
Ftalilsulfatiazol biasanya diberikan secara oral dalam bentuk tablet untuk menargetkan infeksi usus secara langsung. Karena substitusi asam ftalat pada nitrogen anilin, obat ini tetap tidak diserap dalam aliran darah, sehingga memfokuskan aksinya di dalam usus.
Efek samping
Efek samping yang umum termasuk mual, sakit perut, dan ruam kulit. Efek samping yang jarang terjadi tetapi serius mungkin melibatkan defisiensi vitamin B, agranulositosis, atau anemia aplastik.
Mekanisme kerja
Ftalilsulfatiazol bekerja dengan antagonisme kompetitif dengan asam para-aminobenzoat, menghambat enzim dihidropteroat sintetase yang penting untuk sintesis asam dihidrofolat. Penghambatan ini mengganggu sintesis purina dan pirimidina, sehingga mengganggu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Begitu berada di usus besar, ftalilsulfatiazol terhidrolisis untuk melepaskan sulfatiazol, komponen antimikroba yang aktif.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29445186 (2026-07-11T19:14:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.