Lompat ke isi

Fungsi hipergeometris

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Fungsi hipergeometris
Fungsi hipergeometris biasa 2F1(a,b;c;z)
Deret hipergeometris :2F1(a,b;c;z)=n=0(a)n(b)n(c)nznn!.
Rumus Antiturunan : ddz 2F1(a,b;c;z)=abc 2F1(a+1,b+1;c+1;z)

dan lebih umum

dndzn 2F1(a,b;c;z)=(a)n(b)n(c)n 2F1(a+n,b+n;c+n;z)

In the special case that c=a+1, we have

ddz 2F1(a,b;a+1;z)=ddz 2F1(b,a;a+1;z)=a((1z)b2F1(a,b;1+a;z))z
Persamaan turunan Fungsi hipergeometris :z(1z)d2wdz2+[c(a+b+1)z]dwdzabw=0.
Pecahan berlanjut Gauus :Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle \frac}}

Dalam matematika, Fungsi hipergeometris biasa atau Gaussia 2F1(a,b;c;z) adalah sebuah fungsi istimewa yang diwakili oleh rangkaian hipergeometris, yang meliputi sebagian besar fungsi istimewa lainnya sebagai kasus spesifik atau pembatasan. Fungsi tersebut adalah solusi dari persamaan diferensial biasa (ODE) linear urutan kedua. Setiap ODE liberal urutan kedua dengan tiga titik tinggal reguler dapat bertransformasi menjadi persamaan tersebut.

Sejarah

Deret hipergeometrik

Rumus diferensiasi

Kasus khusus

Persamaan diferensial hipergeometrik

Rumus integral

Hubungan berdekatan Gauss

Rumus transformasi

Nilai pada poin khusus

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28008201 (2025-10-16T08:05:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.