Lompat ke isi

Galur inbrida rekombinan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Galur inbrida rekombinan atau lini inbrida rekombinan ( atau recombinant inbred line; RIL) adalah galur inbrida yang dihasilkan dari proses persilangan sendiri ataupun perkawinan sekerabat dan seleksi di antara populasi generasi kedua (F2) hasil persilangan dua galur inbrida yang berbeda. Dengan demikian pada RIL terdapat rekombinasi atau percampuran genetik di antara dua moyang atau tetua asal yang berupa galur inbrida. Berdasarkan tinjauan genetik dapat diduga keberadaan pautan antar gen dari tetua dan mengenai pola-pola penyebaran gen yang merupakan gabungan dari dua tetua asalnya. Galur inbrida rekombinan yang dihasilkan mempunyai perbedaan baik secara genotipe maupun fenotipe terhadap dua moyangnya yang berupa galur inbrida. Galur inbrida rekombinan umum digunakan dalam memetakan lokus sifat kuantitatif suatu spesies yang dikombinasikan dengan penanda molekuler menggunakan metode-metode biologi molekuler. Di banyak negara berkembang, seleksi terhadap galur inbrida rekombinan yang berasal dari persilangan dua galur inbrida elit merupakan salah satu cara yang efektif dalam mengembangkan program pemuliaan.

Sejarah

Ide pembuatan galur inbrida rekombinan pertama kali dikemukakan oleh Donald Baley sekitar tahun 1950-1960an. Baley adalah seorang ilmuwan yang dikenal pendiam dan belum pernah memberi sumbangsih yang besar bagi dunia genetika. Dia bekerja dengan menggunakan tikus sebagai percobaan di laboratorium Jackson. Setelah berbagai penelitian yang ia lakukan tentang konsep galur rekombinan, ia menjadi dihormati dan dikenal sebagai ilmuwan yang penuh ide baru. Prinsip galur inbrida rekombinan yang ia kemukakan dapat digunakan untuk mengetahui pautan gen dalam proses rekombinasi dan digunakan sebagai basis pemetaan genetik. Motivasi utama dalam penggunaan galur inbrida rekombinan adalah informasi atau data genetik dari galur inbrida tetua dapat digunakan kembali untuk memetakan keturunannya.

Kegunaan

Galur inbrida rekombinan digunakan sebagai bahan dalam pemetaan genetik berdasarkan penanda-penanda molekuler. Seperti pada Arabidopsis thalianan, RIL sukses dalam memetakan gen-gen terkait sifat tertentu menggunakan penanda RFLP dan penanda fenotipe. Karl broman menggunakan RIL untuk memahami hubungan di antara alel yang berpautan pada suatu lokus di kromosom galur rekombinan. RIL juga digunakan untuk memetakan lokus sifat kuantitatif seperti sifat tinggi tanaman yang biasanya dikendalikan oleh banyak gen. RIL juga digunakan sebagai salah satu sumber daya genetik dalam merakit kultivar atau varietas baru.

Metode pembentukan RIL

  • Pemilihan galur inbrida sebagai tetua
  • Pemilihan skema atau rancangan dalam perakitan RIL
  • Persilangan di antara dua tetua galur inbrida
  • Persilangan di antara keturunan F1 galur inbrida
  • Perkawinan sekerabat

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29599845 (2026-08-19T10:37:55Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.