Lompat ke isi

Gas sintetis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Woodgas Flame

Gas sintetis adalah campuran bahan bakar gas yang terutama terdiri dari hidrogen, karbon monoksida, dan sangat sering beberapa karbon dioksida. Nama ini berasal dari penggunaannya sebagai perantara dalam membuat gas alam sintetis (SNG)[1] dan untuk memproduksi amonia atau metanol. Syngas biasanya merupakan produk gasifikasi batubara dan aplikasi utamanya adalah pembangkit listrik. Gas sintetis mudah terbakar dan dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin pembakaran internal.[2][3][4]

Secara historis, gas sintetis telah digunakan sebagai pengganti bensin, ketika pasokan bensin terbatas; misalnya, gas kayu digunakan untuk menggerakkan mobil di Eropa selama Perang Dunia II (di Jerman saja, setengah juta mobil dibuat atau dibangun kembali untuk menggunakan bahan bakar kayu).

Pranala luar

Referensi

  1. Beychok, M.R., Process and environmental technology for producing SNG and liquid fuels, U.S. EPA report EPA-660/2-75-011, May 1975
  2. Syngas Cogeneration / Combined Heat & Power. Clarke Energy.
  3. Jason Mick. Why Let it go to Waste? Enerkem Leaps Ahead With Trash-to-Gas Plans. DailyTech. 3 March 2010.
  4. André L. Boehman. Combustion of Syngas in Internal Combustion Engines. Combustion Science and Technology. 2008. Vol. 180. hlm. 1193–1206. doi:10.1080/00102200801963417.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23921008 (2023-07-29T08:45:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.