Golimumab
Golimumab adalah antibodi monoklonal manusia yang digunakan sebagai obat imunosupresif. Golimumab menargetkan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α), suatu molekul pro-inflamasi dan karenanya merupakan penghambat TNF. Penurunan yang sangat besar pada kadar protein C-reaktif (CRP), interleukin-6, molekul adhesi antarsel (ICAM)-1, matriks metaloproteinase (MMP)-3, dan faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) menunjukkan golimumab sebagai modulator penanda inflamasi dan metabolisme tulang yang efektif. Golimumab diberikan melalui penyuntikan subkutan.
Golimumab adalah penghambat faktor nekrosis tumor alfa (TNF-a). Golimumab adalah antibodi monoklonal manusia yang membentuk kompleks stabil dan berafinitas tinggi dengan bentuk bioaktif TNF-a manusia, baik yang larut maupun transmembran, sehingga mencegah pengikatan TNF-a ke reseptornya. Dengan memblokir TNF-a, golimumab mengurangi peradangan dan gejala lain dari penyakit yang diobati dengan golimumab.
Golimumab merupakan alternatif terapeutik dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.
Kegunaan medis
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) menyetujui penggunaan golimumab sebagai pengobatan untuk rheumatoid Arthritis, artritis psoriatis, dan ankilosing spondilitis. Golimumab disetujui untuk pengobatan oleh FDA dan EMA pada tahun 2013 untuk pengobatan kolitis ulseratif.
Golimumab disetujui di Kanada dan Amerika Serikat sebagai pengobatan subkutan sekali sebulan untuk orang dewasa dengan rheumatoid Arthritis, artritis psoriatis, artritis idiopatik juvenil, dan ankilosing spondilitis yang aktif sedang hingga berat.
Efek samping
Reaksi merugikan yang paling umum (insiden >5%) adalah infeksi saluran napas atas, nasofaringitis, dan reaksi di tempat suntikan.
Pengembangan
Golimumab mengikat TNFα baik dalam bentuk terlarut maupun transmembran. Antibodi ini diisolasi dari klon hibridoma yang dihasilkan oleh mencit transgenik yang diimunisasi dengan TNFα manusia. Klon yang mensekresi golimumab dipilih setelah diuji untuk rantai ringan dan berat manusia serta pengikatan TNFα. Produk komersialnya diproduksi dalam galur sel rekombinan yang dikultur dengan perfusi kontinu.
Masyarakat dan budaya
Ketersediaan
Golimumab dikembangkan oleh Janssen Biotech, Inc. (sebelumnya Centocor Biotech, Inc.) yang juga memasarkan produk ini di Amerika Serikat. Janssen memasarkan golimumab di Kanada, Amerika Tengah dan Selatan, Timur Tengah, Afrika, dan Asia Pasifik. Di Uni Eropa, Rusia, dan Turki, hak distribusi golimumab dipegang oleh MSD (Irlandia), anak perusahaan Merck & Co., Inc. Di Jepang, Indonesia, dan Taiwan, hak distribusi dipegang oleh Mitsubishi Tanabe Pharma Corporation.
Biosimilar
Pada bulan September 2025, Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) memberikan opini positif, merekomendasikan pemberian izin edar untuk produk obat Gobivaz, yang ditujukan untuk pengobatan artritis reumatoid, artritis idiopatik juvenil, artritis psoriatis, spondiloartritis aksial, dan kolitis ulseratif. Pemohon untuk produk obat ini adalah Advanz Pharma Limited. Gobivaz adalah produk obat biosimilar yang sangat mirip dengan produk referensi Simponi (golimumab), yang telah mendapatkan izin edar di Uni Eropa pada bulan Oktober 2009.
Penelitian
Rheumatoid Arthritis
Uji acak terkendali tersamar ganda berskala besar pada partisipan dengan rheumatoid Arthritis telah menunjukkan bahwa golimumab yang dikombinasikan dengan metotreksat lebih efektif daripada metotreksat saja. Institut Nasional untuk Keunggulan Kesehatan dan Perawatan (NICE) menyatakan bahwa pengobatan dengan golimumab direkomendasikan bagi penderita artritis reumatoid yang sebelumnya gagal menjalani pengobatan TNFi. Pada tahun 2011, tidak ada kasus sindrom mirip lupus yang disebabkan oleh obat yang dilaporkan.
Uveitis
Terdapat bukti awal bahwa golimumab merupakan pilihan pengobatan untuk peradangan mata.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28128792 (2025-10-22T13:46:48Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.