Harga bahan bakar minyak di Indonesia

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia ditetapkan oleh pemerintah yang menyubsidi dan mengatur penjualan bahan bakar bensin, solar (diesel), dan minyak tanah secara eceran melalui Pertamina. Bahan bakar minyak sebagai komoditas penting yang digunakan hampir setiap orang memiliki harga jual dapat memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia. Harga bahan bakar minyak juga menjadi penentu bagi "besar kecilnya" defisit anggaran. Di sisi lain, penetapan harga bahan bakar minyak dapat membebani rakyat miskin apabila penetapannya tergolong tinggi. Tak jarang penetapan harga bahan bakar minyak selalu diikuti kenaikan harga-harga bahan lainnya, walaupun tidak ada "komando" bagi kenaikannya sebagaimana kenaikan harga bahan bakar minyak.
Di luar harga BBM bersubsidi yang diatur pemerintah, penjualan BBM nonsubsidi diatur melalui harga keekonomian berdasarkan mekanisme pasar.[1][2] Selain Pertamina, BBM nonsubsidi juga dijual oleh perusahaan lainnya seperti Shell, Vivo, BP-AKR, Mobil Indostation, dan lain sebagainya.[3]
Perkembangan harga BBM bersubsidi yang dijual Pertamina
Bahan bakar minyak bersubsidi terdiri dari 3 jenis yang diperuntukkan bagi konsumen eceran. Sejak 2022, bensin bermerk Pertalite menjadi jenis bensin yang dijual dengan skema subsidi menggantikan Premium yang dijual sebelumnya.[4][5]
| Berlaku | Harga (Rupiah per liter) | Masa kepresidenan | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Tahun | Tanggal | Bensin | % | Minyak solar | % | Minyak tanah | % | |
| 2022 | 2 September[6] | Rp10.000,00 | 30.7% | Rp6.800,00 | 32% | Rp2.500,00 | Joko Widodo | |
| 1 Januari | Rp7.650,00
(berubah menjadi Pertalite) |
Rp5.150,00 | Rp2.500,00 | |||||
| 2016[7] | 1 April | Rp6.550,00(Jawa, Bali, dan Madura)
Rp6.450,00 (selain Jawa, Bali, dan Madura) |
Rp5.150,00 | Rp2.500,00 | ||||
| 5 Januari | Rp7.050,00 (Jawa, Bali, dan Madura)
Rp6.950,00 (selain Jawa, Bali, dan Madura) |
Rp5.650,00 | Rp2.500,00 | |||||
| 2015 | 28 Maret | Rp7.300,00 | Rp6.900,00 | Rp2.500,00 | ||||
| 1 Maret | Rp6.800,00 | Rp6.400,00 | Rp2.500,00 | |||||
| 19 Januari | Rp6.700,00 (Seluruh Indonesia, kecuali Bali & Madura)
Rp6.900,00(Bali & Madura) |
Rp6.400,00 (Seluruh Indonesia, kecuali Bali & Madura)
Rp6.400 (Bali & Madura) |
15% | Rp2.500,00 | ||||
| 1 Januari | Rp7.600,00 | 11.8% | Rp7.250,00 | 3.4% | Rp2.500,00 | |||
| 2014 | 18 November[8] | Rp8.500,00 | 31% | Rp7.500,00 | 36% | Rp2.500,00 | ||
| 2013 | 22 Juni[9][10] | Rp6.500,00 | 44% | Rp5.500,00 | 44% | Rp2.500,00 | SBY | |
| 2009 | 15 Januari | Rp4.500,00 | 10% | Rp4.500,00 | 6% | Rp2.500,00 | ||
| 2008 | 15 Desember | Rp5.000,00 | 9% | Rp4.800,00 | 13% | Rp2.500,00 | ||
| 1 Desember[11] | Rp5.500,00 | 9% | Rp5.500,00 | Rp2.500,00 | ||||
| 24 Mei[12] | Rp6.000,00 | 33% | Rp5.500,00 | 28% | Rp2.500,00 | 25% | ||
| 2005 | 1 Oktober | Rp4.500,00 | 88% | Rp4.300,00 | 105% | Rp2.000,00 | 9% | |
| 1 Maret | Rp2.400,00 | 33% | Rp2.100,00 | 27% | Rp2.200,00 | 22% | ||
| 2003 | 21 Januari | Rp1.810,00 | Rp1.650,00 | 13% | Rp1.800,00 | 9% | Megawati | |
| 1 Januari | Rp1.810,00 | 17% | Rp1.890,00 | 64% | Rp1.970,00 | |||
| 2002[13] | 3 Mei[14] | Rp1.750,00 | Rp1.390,00 | Rp1.410,00 | ||||
| 1 April[15] | Rp1.600,00 | Rp1.240,00 | Rp1.310,00 | |||||
| 1 Maret[16] | Rp1.550,00 | Rp1.150,00 | Rp1.270,00 | |||||
| 2001 | 16 Juni[17] | Rp1.450,00 | 26% | Rp900,00 | 50% | Rp400,00 | Gus Dur | |
| 2000 | 1 Oktober[18] | Rp1.150,00 | 15% | Rp600,00 | 9% | Rp350,00 | ||
| April[19] | Rp600,00 | 15% | Rp550,00 | Rp350,00 | ||||
| 1998 | 16 Mei[20] | Rp1.000,00 | 17% | Rp550,00 | 8% | Rp 280,00 | Soeharto | |
| 5 Mei[21] | Rp1.200,00 | 71% | Rp600,00 | 58% | Rp350,00 | |||
| 1993[22] | Rp700,00 | 40% | Rp380,00 | 27% | Rp280,00 | |||
| 1991[23] | Rp500,00 | 233% | Rp300,00 | 471% | - | |||
| 1980[24] | Rp150,00 | Rp52,50 | - | |||||
Kronologi
Januari 2015
Pada 1 Januari 2015, Presiden Joko Widodo resmi menghapus subsidi BBM untuk jenis Premium, dan untuk bahan bakar solar ditetapkan subsidi tetap sebesar Rp 1.000. Harga BBM Premium dan Solar akan diumumkan oleh pemerintah setiap awal bulan. Perhitungan harga akan menggunakan rumus yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan mengacu pada harga minyak dunia, kurs Rupiah terhadap Dolar AS, serta faktor inflasi. Untuk Januari 2015, harga Premium turun dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600, sedangkan solar dari Rp 7.500 menjadi Rp 7.250 per liter.
November 2014
Pada 17 November 2014, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM. Premium naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500, sedangkan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 per liter. Menurut pemerintah, pengurangan subsidi BBM akan memberikan ruang fiskal hingga Rp 100 triliun.[25] Menurut menteri keuangan Bambang Brodjonegoro, pemerintah akan memberikan kompensasi berpa bantuan langsung senilai Rp 200 ribu per bulan yang akan disalurkan kepada 15,5 juta keluarga.[26] Kenaikan ini terjadi beriringan dengan turunnya harga minyak dunia secara drastis sejak Juni 2014.[27]
1 Desember 2008
Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 Tahun 2008,[28] pemerintah menurunkan harga jual eceran BBM jenis bensin premium, minyak solar, dan minyak tanah. Permen ini juga menetapkan harga jual eceran BBM jenis tersebut akan dievaluasi setiap bulan dan menetapkan batas atas untuk bensin premium sebesar Rp 6.000 per liter dan minyak solar Rp 5.500 per liter. Berdasarkan permen ini, setelahnya, harga jual eceran bensin premium dan minyak solar kembali mengalami penurunan pada 15 Desember 2008 dan 15 Januari 2009.
1 Oktober 2005
Pada 1 Oktober 2005 pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak di Indonesia sebanyak 80%. Keputusan ini diharapkan dapat menekan pengeluaran pemerintah untuk subsidi tahun fiskal 2005 sebanyak 89,2 triliun rupiah dan menahan defisit negara 24,9 triliun rupiah, atau sekitar 0,9% PDB negara.
Pemerintah mendapatkan tentangan karena sebelumnya telah menyatakan bahwa kenaikan Maret 2005 sebanyak 29% merupakan kenaikan harga bahan bakar terakhir tahun ini.
Sejarah BBM di Tahun 2009
Tahun 2009 menjadi salah satu periode penting dalam sejarah BBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia. Pada masa itu, pemerintah berupaya menstabilkan harga BBM di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang naik turun cukup tajam setelah krisis global 2008.[29]
Pemerintah melalui Pertamina masih memegang peranan utama dalam pendistribusian BBM bersubsidi, seperti Premium, Solar, dan Minyak Tanah. Di tahun ini, kebijakan subsidi BBM menjadi sorotan utama karena berpengaruh besar terhadap APBN dan daya beli masyarakat.[30]
Harga BBM sempat mengalami beberapa penyesuaian, menyesuaikan kondisi pasar dunia dan nilai tukar rupiah. Pemerintah juga mulai mendorong program konversi minyak tanah ke LPG untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar bersubsidi.[31]
Kenaikan pada 1 Oktober ini sebagai berikut:
| Jenis bahan bakar | Harga lama | Harga baru | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Minyak tanah | 700 | 2.000 | 185,7% |
| Premium | 2.400 | 4.500 | 87,5% |
| Solar | 2.100 | 4.300 | 104,8% |
1 Maret 2005
Kenaikan harga BBM pada 1 Maret sebagai berikut:
| Jenis bahan bakar | Harga lama | Harga baru | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Premium | 1.810 | 2.400 | 32,5% |
| Solar | 1.650 | 2.100 | 27% |
Pranala luar
- Daftar harga jual bahan bakar minyak Pertamina di situs MyPertamina
- Daftar harga jual bahan bakar minyak melalui situs isibens.in
Referensi
- ↑ mediaindonesia com developer. Wajar Bila Harga BBM Non Subsidi Ikut Mekanisme Pasar. Media Indonesia. 2022-03-16.
- ↑ Harga BBM Nonsubsidi Bisa Ikuti Mekanisme Pasar. Kompas.com. 2022-03-16.
- ↑ Farah Nabilla. 4 SPBU Penjual BBM Selain Pertamina, Bisa Jadi Pesaing Usai BBM Naik?. Suara.com. 2022-09-05.
- ↑ Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan pada situs JDIH Kementerian ESDM.
- ↑ Fea. Pertamina Ungkap Roadmap Pertamax Jadi BBM Subsidi Setelah Pertalite. CNN Indonesia.
- ↑ M Julnis Firmansyah. Breaking News: Pemerintah Resmi Naikkan Harga Pertalite Jadi Rp 10.000 per Liter. Tempo.co. 2022-09-03.
- ↑ Pungutan BBM Ditunda, Harga Premium dan Solar Turun Lebih Besar.
- ↑ Siaran Pers Kementerian ESDM tentang Penyesuaian harga BBM bersubsidi.
- ↑ Harga BBM Resmi Naik.
- ↑ Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun 2013.
- ↑ Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 Tahun 2008.
- ↑ Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 16 Tahun 2008.
- ↑ Tribun Sumsel.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Jejak Sejarah.
- ↑ Tribun Sumsel.
- ↑ Tribun Sumsel.
- ↑ Tribun Sumsel.
- ↑ Umumkan Harga BBM, Jokowi Dinilai Berani. Tempo.co. TEMPO.co. 2014-11-18.
- ↑ Menkeu Paparkan Manfaat Harga BBM Naik ke Investor. Tempo.co. TEMPO.co. 2014-11-26.
- ↑ Why the oil price is falling. The Economist. 2014-12-08.
- ↑ Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 Tahun 2008.
- ↑ Dailypost88. Antara News. Chemical & Engineering News Archive. 2025-10-27. Vol. 27 (10). hlm. 717. doi:10.1021/cen-v027n010.p717.
- ↑ Antara Extra. Chemical & Engineering News Archive. 1949-03-07. Vol. 27 (10). hlm. 717. doi:10.1021/cen-v027n010.p717.
- ↑ Antara Extra. Chemical & Engineering News Archive. 1949-03-07. Vol. 27 (10). hlm. 717. doi:10.1021/cen-v027n010.p717.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29358443 (2026-06-17T21:53:23Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.