Lompat ke isi

Heptaminol

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Heptaminol merupakan campuran 1:1 (campuran rasemat) dari dua senyawa kimia enantiomer dari golongan amino alkohol, yang digunakan sebagai obat dari golongan simpatomimetik dalam pengobatan penyakit kardiovaskular. Heptaminol dikembangkan oleh Bilhuber dan dipatenkan pada tahun 1948. Rasemat obat ini digunakan sebagai hidroklorida yang lebih larut dalam air dan sebagai ester asetilin-heptamineol dengan asetilin (asam 1,2,3,6-tetrahidro-1,3-dimetil-2,6-dioksopurina-7-asetat).

Kegunaan pada doping

Heptaminol diklasifikasikan oleh Badan Antidoping Dunia sebagai zat doping. Pada tahun 2008, pesepeda Dmitriy Fofonov dinyatakan positif menggunakan heptaminol di Tour de France. Pada bulan Juni 2010, perenang Frédérick Bousquet dinyatakan positif heptaminol. Pada tahun 2013, pesepeda Sylvain Georges dinyatakan positif heptaminol di Giro d'Italia. Pada tahun 2014, pemain bisbol Joel Piniero dan pemain bisbol liga minor St. Louis Cardinals Yeison Medina dinyatakan positif heptaminok.

Pada tanggal 22 Maret 2019, Cycling South Africa melaporkan bahwa Ricardo Broxham telah dikenai sanksi atas pelanggaran aturan antidoping Pasal 2.1 dan 2.2 dari Aturan Antidoping UCI, setelah tes dalam kompetisi yang dilakukan pada tanggal 18 Agustus 2018 mengonfirmasi adanya Heptaminol dalam sampelnya.

Pengadilan Antidoping UCI telah menjatuhkan masa tidak memenuhi syarat selama 12 bulan atas pelanggaran tersebut, yang berlaku sejak tanggal 22 September 2018 hingga dan termasuk tanggal 22 September 2019 dan diskualifikasi semua hasil dari Kejuaraan Dunia Balap Sepeda Junior UCI 2018.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26985646 (2025-03-02T10:59:49Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.