Lompat ke isi

Hubungan struktur–aktivitas

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung

Hubungan struktur-aktivitas (Bahasa Inggris: structure–activity relationship, disingkat SAR) adalah hubungan antara struktur kimia suatu molekul dan aktivitas biologisnya. Gagasan ini pertama kali dikemukakan oleh Alexander Crum Brown dan Thomas Richard Fraser setidaknya sejak tahun 1868.[1][2]

Analisis SAR memungkinkan penentuan gugus kimia yang bertanggung jawab untuk menimbulkan efek biologis target pada organisme. Hal ini memungkinkan modifikasi efek atau potensi senyawa bioaktif (biasanya obat) dengan mengubah struktur kimianya. Ahli kimia medisinal menggunakan teknik sintesis kimia untuk memasukkan gugus kimia baru ke dalam senyawa biomedis dan menguji modifikasi tersebut untuk efek biologisnya.

Metode ini disempurnakan untuk membangun hubungan matematis antara struktur kimia dan aktivitas biologis, yang dikenal sebagai hubungan kuantitatif struktur-aktivitas (QSAR). Istilah terkait adalah hubungan struktur-afinitas (SAFIR).

Hubungan struktur-biodegradabilitas

Banyaknya senyawa kimia organik sintetis yang saat ini diproduksi menghadirkan tantangan besar untuk pengumpulan data lingkungan terperinci secara tepat waktu pada setiap senyawa. Konsep hubungan struktur-biodegradabilitas (SBR) telah diterapkan untuk menjelaskan variabilitas persistensi di antara senyawa kimia organik di lingkungan. Upaya awal umumnya terdiri dari pemeriksaan degradasi serangkaian senyawa homolog yang terkait secara struktural dalam kondisi identik dengan inokulum "universal" yang kompleks, yang biasanya berasal dari berbagai sumber.[3] Pendekatan ini mengungkapkan bahwa sifat dan posisi substituen memengaruhi biodegradabilitas nyata dari beberapa kelas kimia, dengan tema umum yang dihasilkan, seperti halogen umumnya memberikan persistensi dalam kondisi aerobik.[4] Selanjutnya, pendekatan yang lebih kuantitatif telah dikembangkan menggunakan prinsip-prinsip QSAR dan seringkali memperhitungkan peran sorpsi (bioavailabilitas) dalam nasib kimia.[5]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Alexander Crum Brown. V.—On the Connection between Chemical Constitution and Physiological Action. Part. I.—On the Physiological Action of the Salts of the Ammonium Bases, derived from Strychnia, Brucia, Thebaia, Codeia, Morphia, and Nicotia. Transactions of the Royal Society of Edinburgh. 1868. Vol. 25 (1). hlm. 151–203. doi:10.1017/S0080456800028155.
  2. Alexander Crum Brown. XX.—On the Connection between Chemical Constitution and Physiological Action. Part II.—On the Physiological Action of the Ammonium Bases derived from Atropia and Conia. Transactions of the Royal Society of Edinburgh. 1869. Vol. 25 (2). hlm. 693–739. doi:10.1017/S0080456800035377.
  3. Gerald K. Sims. Biodegradation of pyridine derivatives in soil suspensions. Environmental Toxicology and Chemistry. 1986. Vol. 5 (6). hlm. 503–509. doi:10.1002/etc.5620050601.
  4. Martin Alexander. Effect of chemical structure on microbial degradation of substituted benzenes. Journal of Agricultural and Food Chemistry. 1966. Vol. 14 (4). hlm. 410–413. doi:10.1021/jf60146a022.
  5. S.V. Mani. Structure activity relationships for the prediction of biodegradability of environmental pollutants. Critical Reviews in Environmental Control. 1991. Vol. 21 (3–4). hlm. 217–236. doi:10.1080/10643389109388416.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28954704 (2026-02-12T23:19:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.